BALIKPAPAN - Teka-teki penyebab kematian wartawan senior Kompas M Syaifullah, mulai menemukan titik terang. Setelah dilakukan autopsi terhadap jasad almarhum di RS Bhayangkara, Kalimantan Timur, kesimpulan sementara penyebab kematian karena penyakit kronis yang dideritanya.
Kabid Kedokteran dan Kesehatan Polda Kaltim Kombes dr Djoko Ismoyo mengatakan, kesimpulan sementara dikarenakan penyakit yang sudah lama diderita. "Pecahnya pembuluh darah di otak, sehingga terjadi penyumbatan," paparnya di RS Bhayangkara, Kaltim, Senin (26/7/2010).
Kendati demikian, Djoko menjelaskan belum bisa disimpulkan apakah tekanan darah tinggi yang memicu pecahnya pembuluh darah almarhum. "Jadi kita juga menemukan penyakit kronis di jantung dan ginjal," imbuhnya. Soal keluarnya busa dari mulut, dia menjelaskan hal itu disebabkan tenggorokannya tersumbat oleh lidah. "Lidahnya menyumbat tenggorokan ini yang membuat dia meregang kesakitan," terang.
Djoko menambahkan, hasil ini akan dicek lebih lanjut di forensik Surabaya. "Jadi yang kita bawa sempel organ vital, cairan lambung, ginjal," ujarnya.
Selain itu, kata dia, obat penenang untuk sakit kepala juga dibawa untuk mencari apakah ada keterkaitannya. Namun tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Menurut Djoko, obat penenang bukan pemicu, tapi akan diteliti lebih lanjut. "Tensi tekanan darah yang bersangkutan sudah sangat tinggi sekitar 170. Mungkin saat terjadi kejang tensinya bisa di atas 200," jelasnya.
(ram)