GIANYAR - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) didampingi Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono melakukan dialog dengan puluhan budayawan dan seniman di Istana Kepresidenan Tampaksiring, Gianyar, Bali, Senin (26/7/2010).
Dialog ini merupakan lanjutan dari acara Lomba Cipta Seni Pelajar Nusantara yang digelar pagi tadi hingga petang. Turut hadir dalam dialog tersebut seniman kondang Putu Wijaya, musisi Dwiki Darmawan, dan komposer Purwacaraka.
Dialog yang dimulai sekira pukul 20.00 waktu setempat itu dibuka terlebih dahulu dengan paparan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik, dilanjutkan dengan ajang curhat antara seniman dengan Presiden SBY.
Di antaranya, salah seorang seniman asal Bali yang menyambut baik niat Presiden SBY yang akan mengabadikan karya-karya anak bangsa hasil dari perlombaan Cipta Seni Pelajar Nusantara dalam sebuah buku.
"Para peserta menyambut rencana itu dengan suka cita," ujar seniman tersebut.
Seniman yang berusia sekira 50 tahun itu juga meminta agar pemerintah membuat Hari Seni Rupa Nasional. Seniman tersebut beralasan Indonesia memiliki reputasi paling tinggi di Asia.
"Kalau itu terwujud, kita bisa mempunyai tanda yang bisa ditunjukkan kepada dunia bahwa seni rupa kita memang tinggi," tutur pria itu.
Setelah sesi curhat budayawan dan seniman ini, Presiden SBY akan memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.
(lam)