BANDUNG - Sebuah pesan singkat (SMS) yang berisi peringatan ancaman penculikan anak beredar di Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung sejak seminggu yang lalu. Akibatnya, ibu-ibu di kecamatan tersebut menjadi resah dan berusaha mencegah anak mereka keluar rumah.
Seorang ibu warga Kampung Panundaan Kecamatan Ciwidey, sebut saja Nani (25) mengaku menerima SMS dari nomor tak dikenal sejak seminggu lalu. SMS berisi peringatan ancaman penculikan anak itu ditulis dengan bahasa Sunda.
"{Kudu pabeja2 culik gs nepi ka cidatar jg sinangsari gs menang bdk 4 anu dicokotna ati, mata, ginjal, culikna ka2ra benang 1 anu diabur kena aya 700 jlma. Culikna aya awe2 aya la2ki. Kolot budak kirimken kasadayana anu gaduheun hp ieu serius ti pa lurah cidatar mangga sebarkn smsna}," demikian isi SMS yang beredar di kalangan ibu-ibu tersebut.
Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, isi SMS itu kira-kira berbunyi: {Harus saling memberitahu, penculik sudah sampai ke Cidatar dan Sinangsari. Sudah ada empat korban anak. Organ tubuh yang diambil hati, mata, ginjal. Culiknya baru tertangkap satu. Yang disebar ada 700 orang. Culiknya ada wanita dan laki-laki. Para orang tua, kirimkan ke semua yang memiliki HP. Ini serius dari Pak Lurah Cidatar. Silakan sebar SMS-nya}.
"Ya saya dan ibu-ibu lain menerima SMS ini seminggu lalu. Waktu itu saya sedang di rumah. Setelah saya tanya ke ibu-ibu lainnya, ternyata mereka juga menerima SMS yang sama," kata Nani saat dihubungi wartawan, Senin (26/7/2010).
Gara-gara SMS tersebut, lanjut Nani, para ibu sekarang menjadi resah. Apalagi, ibu-ibu yang memiliki anak kecil. "Saya juga ikut resah karena mempunyai anak yang berusia empat tahun," kata Nani.
(teb)