GIANYAR - Diwarnai hujan gerimis Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meninjau peserta lomba lukis dan Cipta Puisi se-tanah air di Istana Tampaksiring, Gianyar, Senin (26/07/2010).
Mengenakan kaos bertuliskan Lomba Cipta Seni tingkat nasional dengan dasar putih dan lengan warna biru, SBY tampak antusias mengamati hasil karya terbaik 99 siswa siswi SD dari 33 provinsi.
Perhatian SBY ditunjukkan pula dengan prakata yang diberikan di Buku Cipta Seni Anak Nusantara. "Saya mengajak pelajar dan peserta lomba lukis dan cipta puisi untuk terus mengasah bakat, minat dan kemampuannya, sehingga dapat berkembang sesuai cita-cita dan harapan. Serta dapat menjadi teladan bagi anak anak bangsa lainnya di tanah air," kata SBY.
SBY berharap lewat lomba cipta seni pelajar tersebut, bakat siswa terasah dan bertumbuh berkembang. Sehingga pada saatnya nanti mereka berkembang menjadi sastrawan dan seniman besar.
Sementara itu, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik saat membuka acara mengatakan, lomba digelar setiap tahun menjelang hari ulang tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan ini juga sebagai untuk menindaklanjuti gagasan Presiden SBY saat memperingati hari anak nasional pada 23 Juli 2006 di Taman Bunga Cipanas, Jawa Barat. "Presiden menginginkan perlunya digelar lomba cipta seni di tingkat pelajar SD dan SMP sebagai sarana membangun dan membentuk karakter bangsa. Sebab penanaman karakter bangsa akan lebih mudah dilaksanakan bila dimulai dari anak anak," kata Jero Wacik.
Lomba cipta seni pelajar tingkat nasional memperebutkan Piala Presiden diikuti pelajar SD dan SMP. Mereka terpilih setelah melewati seleksi ketat mulai kecamatan hingga provinsi.
Masing masing sekolah mengirimkan 3 wakil SD dan 4 wakil dari SMP untuk ikut lomba cipta lukis, cipta puisi, cipta lagu, dan puisi, serta desain motif batik untuk tingkat SMP.
Tampak ibu negara dan sejumlah pejabat penting negara ikut menghadiri acara seperti Mensesneg Sudi Silalahi, Mendiknas Muhammad Nuh, dan Menkokesra Agung Laksono.
(teb)