TRENGGALEK - Dua penambang batu bara di wilayah pegunungan Desa Mlinjon, Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, tewas tertimbun longsor hasil galianya sendiri.
Dua orang yang tertimbun tanah bercampur batu hingga tak bernyawa ini bernama Makun dan Suyitno. Sementara Riyoto, anak Makun yang lain, berhasil menyelamatkan diri dan meminta pertolongan warga.
Menurut keterangan Kabag Ops Polres Trenggalek Komisaris Polisi Sunarto, karena sulitnya medan yang berupa pegunungan terjal, jasad korban sempat terkubur selama enam jam.
Bahkan sampai Senin (26/7/2010) petang, petugas kepolisian dibantu Badan SAR Nasional serta warga setempat masih melakukan proses evakuasi jenazah Suyitno yang terpendam di lokasi yang lebih dalam.
"Rencananya petugas mendatangkan alat berat untuk mempermudah penggalian. Sementara ini jasad korban Makun yang baru bisa dievakuasi," ujar Sunarto kepada wartawan.
Saat melakukan penggalian hingga kedalaman sekira enam meter guna mencari batu bara, tebing tanah berbatu tiba-tiba ambrol. Pada saat itu korban Makun dan Suyitno berada di dalam lobang berdiameter tiga meter. Sementara Suyoto berada tak jauh dari lokasi.
Ambrolan tanah bercampur batu itu langsung mengubur ayah dan anak itu hidup-hidup.
Seperti diketahui, lokasi musibah yang berjarak sekira 30 kilometer dari Kota Trenggalek, ini dikenal sebagai area tambang batu bara. Tidak sedikit warga, termasuk korban melakukan aktivitas ilegal itu sebagai mata pencaharian.
(Solichan Arif/Koran SI/lam)