Organ Tubuh Wartawan Kompas Dikirim ke Labfor

Rohmat - Okezone
Selasa, 27 Juli 2010 14:21 wib
dok. Kompas
dok. Kompas

DENPASAR - Pihak Kepolisian serius untuk mengungkap kepastian penyebab meninggalnya Muhammad Syaifullah, wartawan Kompas di Kalimantan Timur, dengan mengambil beberapa organ tubuhnya dikirim ke laboratorium forensik (labfor) untuk diperiksa.
 
"Pemeriksaan laboratorik tetap dilakukan, tadi Kapolda Kaltim juga sudah mengirimkan organ-organ tubuh almarhum untuk diperiksa di lab forensik," kata Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri di Mapolda Bali, Selasa (27/07/2010).
 
"Finalnya baru bisa diketahui setelah semua pemeriksaan selesai dilakukan," katanya saat ditanya soal kepastian penyebab Syaifullah yang menjabat Kepala Biro di Kalimantan Timur itu.
 
Hanya saja, sambung Kapolri, dari hasil pemeriksaan sementara setelah dilakukan autopsi terhadap jasad almarhum di RS Bhayangkara, Kalimantan Timur, tidak ditemukan indikasi adanya tindak kekerasan atau bekas penganiayaan pada tubuh korban.
 
"Kalau soal lebam di tubuh itu bukan merupakan tanda kekerasan, itu lebam mayat," tepis Kapolri didampingi Kapolda Bali Irjen Pol Sutisna. Selain itu dari kesimpulan sementara, diketahui korban meninggal karena penyakit hipertensi yang dideritanya.
 
Hal itu, ujar Bambang, juga diperkuat keterangan pihak keluarga dan istri korban yang membenarkan bahwa wartawan yang dikenal kritis dan konsern dengan isu lingkungan itu pernah memiliki riwayat menderita penyakit darah tinggi.
 
Sebagaimana diketahui, Syaifullah ditemukan tewas oleh rekannya sesama jurnalis di rumahnya di Balikpapan. Kejadian ini sempat memunculkan dugaan jika Syaifullah tewas secara tak wajar karena mengeluarkan busa.

(teb)