JAKARTA - Menteri Agama Suryadharma Ali meminta aparat kepolisian untuk menindak tegas pelaku kekerasan dalam agama lantaran ada upaya politisasi dari pihak tertentu. "Kalau ada unsur-unsur kekerasan itu keamanan," katanya di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis (29/7/2010).
Suryadharma menjelaskan, kekerasan bukan cara untuk menyelesaikan masalah ketika SKB Menteri Agama dan Mendagri itu sudah tidak dijalankan. "Kalaupun tidak berfungsi bukan begitu jalan keluarnya. Bukan kekerasan jalan keluarnya," kata Suryadhrama.
Saat disinggung apa langkah Menag untuk mengatasi maraknya kasus kekerasan dalam agama belakangan ini, dia mengatakan akan berkoordinasi dengan polisi. "Nanti kita akan koordinasi dengan pihak kepolisian karena katanya ada unsur politik juga. Kita akan klarifikasi," ungkapnya.
Menurut Ketua Umum PPP ini, politisasi masalah agama tersebut belum mengganggu stabilitas keamanan nasional. Namun dia mengakui memang ada pihak-pihak yang ingin memancing di air keruh.
Lebih lanjut Suryadharma mengatakan hanya berwenang melakukan pembinaan yang berkaitan dengan urusan agama dan kerukunan antarumat beragama. Sementara tindakan kekerasannya pihak kepolisian yang menanganinya.
Menang juga mengimbau semua pihak yang menyangkut perbedaan dalam agama tidak diselesaikan secara kekerasan, tetapi dengan jalan musyawarah atau pendekatan hukum. "Kalau perbedaan pendapat kan ada forum selama ini," imbuhnya.
Tapi sepertinya tidak efektif? "Ya kita belum puas. Tapi sebagai salah satu upaya yang sudah kita lakukan, kalau memang belum efektif itu keprihatinan semua. Tetapi ada langkah-langkah ke arah itu," imbuhnya.
(ram)