JAKARTA - Kerjasama militer yang dilakukan antara militer Amerika Serikat dengan Korps Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Angkatan Darat menuai berbagai tanggapan. Menteri Pertahanan dan Keamanan (Menhankam) Purnomo Yusdiantoro tak mempermasalahkan jika terdapat anggapan kerjasama ini hanyalah basa-basi.
"Penilaian boleh-boleh saja," katanya di Gedung DPR, Kompleks Senayan, Jakarta, Kamis (29/7/2010).
Namun yang jelas pemerintah AS sudah mengakui melakukan normalisasi hubungan militernya dengan Indonesia, terutama Kopassus. Pelaksanaan normalisasi ini kemudian akan dilakukan secara bertahap. "Yang penting hubungan kita dengan pemerintah AS yang mengatakan normalisasi untuk Kopassus," tambahnya.
Kehadiran militer AS ke Indonesia beberapa waktu lalu, secara tegas diungkapkan Purnomo, atas dasar kemauan negeri adidaya itu. Mengenai persoalan hak asasi manusia yang seringkali menjadi ganjalan hubungan militer Indonesia dengan AS, secara diplomatif Purnomo mengatakan, jika sudah melakukan normalisasi hal tersebut tidak perlu ditanyakan lagi.
"Misalnya, kalau kalian ujian lulus kan nggak perlu belajar lagi, belajar kan sebelum ujian baru setelah belajar ujian lulus selesai. Ya sama dengan ini kopassus," paparnya.
"Dulu sudah ada tim kita yang bicara dengan mereka. Kita garap reformasi TNI 10 tahun ini dengan baik. Mereka katakan ini, itu kita jelaskan, dan mereka terima," timpalnya.
Kemudian normalisasi itu, ditandai dengan kunjungan Menteri Pertahanan AS Robert Gates ke Istana Merdeka. Gates menyampaikan normalisasi itu kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
"Presiden menyampaikan normalisasi sudah dilakukan. Kita bertahap, memang harus bertahap. Setelah normalisasi langsung ada latihan gabungan kan gak mungkin, harus bertahap," tukasnya.
(Hariyanto Kurniawan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.