getting time...

SBY Prihatin 41% APBD Habis untuk Birokrat

Insaf Albert Tarigan - Okezone
Jum'at, 30 Juli 2010 00:06 wib
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: Dok Okezone)
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memerintahkan agar dilakukan audit terhadap APBD provinsi dan kabupaten/kota tertentu yang strukturnya dinilai tidak tepat. Presiden mengaku mendapatkan laporan langsung dari beberapa gubernur.

"Beberapa gubernur berbicara dengan saya, (mereka) geleng kepala karena APBD di tingkat kabupaten hanya karena disetujui DPRD di kabupaten itu, strukturnya, penggunaannya tidak tepat, boros, tidak optimal dan sebagainya," katanya saat membuka sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta Kamis (29/7/2010).

Presiden juga menganggap saat ini ada beberapa kepala daerah yang tidak serius melaksanakan program pembangunan yang dicanangkannya. Padahal, sesuai konstitusi, Presiden adalah kepala pemerintahan sehingga seharusnya kepala daerah baik gubernur, bupati dan walikota menjalankan kebijakan yang ditetapkan Presiden.

Sayangnya, Presiden merasa dia tidak memiliki alat untuk mengontrol kinerja pemimpin daerah karena mereka dipilih langsung oleh rakyat. Karena itu, dia sempat berdiskusi serius mengenai hal ini bersama Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi.

"Seorang pejabat yang ditetapkan sebagai terdakwa misalnya diberhentikan sementara dan sudah pernah saya berhentikan sementara. Tetapi ada wilayah lain, disiplin, kinerja, integritas dan sebagainya, itu yang masuk non hukum. Tentu saya harus punya tools untuk mendisiplinkan agar semua tugas dapat dilaksanakan dengan baik," katanya.

"Sudah lima tahun lebih saya memimpin negeri ini sudah ada saatnya itu melakukan koreksi-koreksi, kalau tidak pekerjaan kita akan salah arah,” ujar Presiden.

Demokrasi, lanjutnya, bukan berarti bebas sebebas-bebasnya namun tetap ada tanggungjawab menjalankan pemerintahan.

“Saya memikirkan, sebagai contoh, perlu saya tugasi elemen tertentu untuk melakukan pengawasan dan penyelidikan terhadap apa yang saya terima sekarang ini , misalya terjadinya kerusakan lingkungan akibat pemberian ijin yang kacau dan pelaksaaannya pun juga tidak baik," paparnya lagi.

Ditemui terpisah, Mendagri mengatakan, postur APBD perlu diauit karena saat ini 41 persen di antaranya habis dimakan para birokrat. Bahkan jika ditambah biaya dinas anggaran untuk aparatur pemerintah mencapai 42 persen.

"Itu Indonesia secara keseluruhan. Lalu nanti bisa saja Mendagri mengingatkan dalam mengoreksi anggaran.Empat puluh satu persen itu rata-rata daerah untuk belanja aparatur, itu untuk provinsi. Itu yang akan kita koreksi," ujar Gamawan.

(ded)

  • integritas negeri » 0 Tanggapan
    alhamdulilah kalu bapak presiden mengetahui..sekarang kami sebagai rakyat jelata tinggal menunggu tindakan nyata pak presiden selanjutnya..apakah pak presiden mampu untuk merapihkan moral & integritas para pejabat daerah ???
    Beri Tanggapan Laporkan
  • amrizal » 0 Tanggapan
    Alah Pak Presiden dari dulu ngomongnya prihatin terus tapi tidak berbuat apa2 korupsi jalan terus kami butuh presiden yg tegas bertindak, tangkap koruptor semua, bukan cuman ngomong doang prihatin sana prihatin sini
    Beri Tanggapan Laporkan
  • sumarjoko » 0 Tanggapan
    makanya bapak presiden tolong di hapus program sertifikasi guru , karena akan menghabiskan anggaran daerah,APBD ,lihat hasil dari sertifikasi guru, yg didapat hanya kesejahteraan guru guru negeri saja, murid murid banyak yg dapat nilai jelek dalam ujian nasional kemarin,itu buktinya kegagalan sertifikasi guru, guru PNS sudah ada tunjangan fungsional ,ada gaji pokok ada sertifikasi yg membuat iri PNS lain,selain guru, disamping memboroskan anggaran nehgara saja , mohon di hentikan agar anggaran negara buat rakyat yg membutuhkan
    Beri Tanggapan Laporkan
  • la kolope » 0 Tanggapan
    pak,,, tolong di periksa bupati muna(ridwan bae) sulawesi tenggara,,,hutan jati kebanggaan pulau muna telah habis akibat pemberian izin yg kacau dan amburadul...
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.