BOGOR - Para istri terdakwa kasus APBD Gate Kota Bogor, menggelar unjuk rasa di depan Pengadilan Negeri Kota Bogor, hari ini. Mereka meminta pengadilan memvonis bebas suami-suami mereka.
Isak tangis para istri terdakwa turut mewarnai aksi tersebut. Bahkan tak sedikit para istri mantan anggota DPRD periode 1999-2004 itu yang pingsan. Aksi juga diikuti ratusan anggota keluarga.
Pengadilan rencananya akan menggelar sidang yang mengagendakan pembacan vonis majelis hakim pada Senin pekan depan.
Salah satu pengunjuk rasa sempat dilarikan polisi ke Rumah Sakit Salak. Dia juga diketahui memiliki kelainan jantung.
Para istri terdakwa mengaku selama ini mereka merasa terombang-ambing karena ketidakjelasan kasus ini yang sudah bergulir selama hampir lima tahun. Kasus dugaan penggelapan ini juga menjadi komoditas politik lokal.
Epi, salah satu istri terdakwa, Kamis (29/7/2010), menyatakan apa yang sudah dilakukan para mantan anggota DPRD sudah sesuai dengan aturan yang berlaku. Selain itu, kasus serupa di 20 kota di Indonesia juga berakhir dengan vonis bebas.
Aksi para ibu-ibu ini kontan menjadi perhatian pegawai PN Kota Bogor dan masyarakat. Mereka pun ikut terharu dengan aksi ibu-ibu rumah tangga ini.
(Endang Gunawan/Global/ton)