getting time...

Rekening Gendut Polri

"Lebih Tinggi Perintah SBY atau UU?"

Taufik Hidayat - Okezone
Kamis, 29 Juli 2010 18:06 wib
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA - Mabes Polri bersikukuh tidak akan mengumumkan nama pemilik rekening mencurigakan yang diduga milik perwira Polri, kendati Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta kepolisian membuka kembali kasus rekening tersebut.

Kepala Bidang Penerangan Umum (Kabid Penum) Mabes Polri Kombes Pol Marwoto Seto mengatakan, kepolisian tidak bisa mengumumkan nama polisi karena terikat dengan UU No 25 tahun 2003 Tentang Pencucian Uang.

"Kalau di UU mengatakan begitu tidak bisa, walau (didesak) siapa pun. karena kedudukan kita di depan hukum sama saja. Mana yang lebih tinggi, perintah SBY atau UU? SBY juga tunduk sama UU itu. Kalau UU mengatakan begitu tidak bisa," katanya di Mabes Polri, Jakarta Selasa, Kamis (29/7/2010)

Marwoto menambahkan, kepolisian akan mengikuti perintah Presiden SBY untuk membuka kembali kasus tersebut. Polisi akan melakukan penelaahan kembali terhadap kepemilikan rekening mencurigakan dan mengumumkannya pada pekan ini.

"Kalau perintah, kemungkinan akan dilaksanakan. Iya, akan diteliti lagi. Mudah-mudahan Jumat besok bisa ditagihlah," katanya.

Seperti diberitakan, Presiden SBY memanggil Kepala Kepolisian Indonesia Kapolri Bambang Hendarso Danuri, terkait kasus rekening gendut polisi. Presiden menilai kasus rekening itu belum jelas, sehingga harus dibuka kembali.

Kepolisian menyatakan dari 23 laporan rekening yang mencurigakan, hanya enam yang dianggap tidak wajar. Namun kepolisian enggan mengungkapkan nama polisi
yang terlibat kasus tersebut.
(ram)

  • herman » 1 Tanggapan
    kalau yg dipermsalahkan UU lebih tinngi dari presiden itu mmg betul,tp utk kebenaran dan pembuktian yg wajar sy rasa UU itu bs dikesampingkan krn UU buatan manusia. jg UU jd tempat berlindung pada org yg salah. pada dasarnya UU dinegara kita adalah celah tempatnya berlindung org yg ada duitnya dan yg punya jabatan
    • sri
      Gerakan hukum mati untuk koroptor yang melebihi 5 milyard tanpa ampunan. baru pikir 2 untuk melakukan korop dan hanya bos 2 pemegang kekuasaan aja yang kena...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Muhammad Akbar » 0 Tanggapan
    SBY hanya pura2 negur BHD, yg benar SBY ngganti BHD biar tdk tambah subur markus. BHD selalu membalut markus dengan hukum.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.