SURABAYA - PT Kereta Api (KA) memperkirakan jumlah penumpang kereta pada mudik Lebaran 2010 akan meningkat sekira 1,6 persen dibanding tahun lalu.
Dirjen Kereta Api Kementerian Perhubungan Tundjung Inderawan mengatakan, pada Lebaran tahun lalu jumlah penumpang KA sebanyak 3,11 juta orang. “Tahun ini diperkirakan menjadi 3,16 juta penumpang,” tandas Tundjung di sela inspeksi trek dan kesiapan sumber daya manusia (SDM) dalam rangka kesiapan angkutan Lebaran di Stasiun Gubeng, Surabaya, Kamis (29/7/2010) kemarin.
Selama musim Lebaran tahun ini PT KA sebagai operator akan menambah 17 rangkaian kereta dari 197 unit yang ada saat ini. Dengan demikian, total rangkaian kereta yang disediakan bagi para pemudik sebanyak 217 unit. Tambahan rangkaian KA tersebut untuk kelas ekonomi, bisnis, eksekutif, maupun komunitas.
Terkait kesiapan angkutan Lebaran, saat ini Tundjung Inderawan bersama anggota tim dari Kementerian Perhubungan memeriksa kesiapan track dan SDM awak kereta api mulai dari Stasiun Gambir, Jakarta, hingga Banyuwangi, Jawa Timur.
Kesimpulan sementara hasil inspeksi menyebutkan,kesiapan angkutan KA untuk Lebaran sudah mencapai 70 persen. Sementara itu, sejumlah jalur alternatif di Jawa Tengah (Jateng) yang biasa digunakan untuk mengatasi lonjakan pemudik saat Lebaran saat ini masih dalam kondisi rusak.
Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Jateng meminta pemerintah segera melakukan perbaikan sebelum musim mudik Lebaran tiba.
Ketua Organda Jateng Anggoro Budi Karsidi mengungkapkan, dari hasil survei pengusaha bus diketahui, jalur alternatif yang masih rusak antara lain Ketanggungan dan Karangtengah, Kabupaten Brebes, jalur di sekitar Kabupaten Tegal menuju selatan, serta jalur Purwodadi-Blora.
Jalur-jalur ini, menurut Anggoro, mendesak untuk segera ditangani. “Jika perbaikan jalan ini tidak tuntas sebelum Lebaran, maka pelaksanaan angkutan hari raya akan banyak mengalami kendala. Selain itu, jalur-jalur alternatif yang ada juga masih minim rambu lalu lintas sehingga harus menjadi perhatian pemerintah untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan,” tandasnya di Semarang kemarin.
Terkait kesiapan pengusaha menghadapi angkutan Lebaran, dia menjamin seluruh kendaraan yang akan digunakan layak jalan. Para pengusaha angkutan pun sedang mengupayakan ketersediaan pengemudi cadangan. “Pengusaha kesulitan mencari pengemudi cadangan, khususnya jika saat mendekati hari raya,” katanya.
(Koran SI/Koran SI/ded)