JAKARTA - Menteri Agama RI Suryadarma Ali meminta masyarakat agar tidak menstigma antara ilmu dari barat dan ilmu dari timur.
"Kita tidak boleh membedakan ilmu barat dan timur dan sebetulnya tidak ada perbedaan ilmu umum dan agama atau timur dan barat. Yang ada ilmu hanya Allah. Ilmu Allah begitu banyak dan betapa luasnya," ujar Suryadharma saat membuka dan meresmikan Al-Jabr Islamic School, sebuah sekolah Islam bertaraf internasional di Pondok Labu, Jakarta, Jumat (30/7/2010).
Lembaga pendidikan Islam bisa menjadi lembaga pendidikan nomor satu, jika berhasil memadukan keilmuan Islam dan keilmuan umum lainnya. Karena ilmu tidak seharusnya didikotomikan atau di cabang-cabang hanya menjadi ilmu agama dan ilmu umum.
"Saya sering bicara di depan ulama di banyak pesantren dan madrasah. Dan sepertinya ada kekeliruan, karena selalu ada pembagian ilmu agama dengan ilmu umum," imbuh pria yang juga Ketua Umum DPP PPP itu.
Al-Jabr Islamic School adalah sekolah bertaraf internasional yang memadukan kurikulum Indonesia dan International Baccalaureate (IB) yang dilandasi prinsip-prinsip Islam. Sekolah ini tercatat sebagai satu dari 3003 sekolah se-Asia Tenggara yang menggunakan kurikulum IB.
Sekolah ini dirintis dan didirikan oleh keluarga pengusaha Riza Chalid dan istrinya Rusrtriana Riza yang juga presiden Kidzania Indonesia. Awalnya pada 2004, sekolah ini dirintis dari sebuah masjid dan panti asuhan yang disantuni mereka. Hingga kemudian berhasil mendirikan sebuah sekolah yang megah.
Sekolah yang berdiri di atas lahan 17 ribu meter persegi, di tengah kawasan yang asri dan rimbun. Fasilitas olah raga, kesenian, dan perpustakaan lengkap disediakan untuk menunjang pendidikan para siswanya. "Aljabar sering dianggap ilmu umum padahal ilmu aljabar ditemukan oleh ulama Islam yang tidak memisahkan antara ilmu agama dengan umum. Dengan berdirinya Al Jabr Islamic School bisa mengimplementasikan ilmu-ilmu keislaman secara lengkap," tutup Suryadarma.
Suryadarma Ali berjanji akan terus meningkatkan mutu kurikulum dan lembaga pendidikan agama. "Saya sebagai Menteri Agama diminta terus meningkatkan mutu pendidikan agama agar jangan sampai jadi kelas dua," imbuhnya.
Menurut Suryadarma, pendidikan Islam bisa lebih maju jika bisa mengimplementasikan konsep pendidikan Islam yang komprehensif tanpa ada dikotomi ilmu agama dan umum.
"Kalau mau digali ilmu dalam Al-Quran, apapun bisa kita dapat. Namun yang kita gali dari Al-Quran baru bisa kita gali dari segi hukum saja. Kalau kita dalami sebetulnya bisa kita dapat Apa pun," katanya.
(Rani Hardjanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.