getting time...

Pabrik Ekstasi Pekanbaru Beromset Rp1 M Per Hari

Banda Haruddin Tanjung - Okezone
Sabtu, 31 Juli 2010 20:04 wib
ilustrasi
ilustrasi

PEKANBARU - Mabes Polri dibantu Polda Metro Jaya dan Poltabes Pekanbaru, melakukan penggerekan disalah satu rumah yang merupakan tempat produksi ektasi di jalan Cipta Sari, Pekanbaru. 2.700 butir ekstasi disita sebagai barang bukti.
 
Kapolda Riau Brigjen Swedi Husein menjelaskan, ribuan ekstasi itu disita dari rumah tersangka yakni Halim (49) yang merupakan sindikat bandar ekstasi yang selama ini menjadi incaran polisi. Selain menyita ekstasi, polisi juga menyita alat pencetak barang haram itu dan baku pembuatnya.
 
“Omsetnya tersangka sekira Rp1 miliar per hari. Dan tersangka melakukannya sendirian saja dirumah ini,” kata Kapolda Riau di lokasi penggerebekan, Sabtu (31/7/2010)
 
Dia melanjutkan, dalam setiap harinya tersangka bisa memproduksi sebanyak 3 ribu butir ektasi dengan mengunakan bahan baku satu kilogram. Sedangkan saat ini barang bukti yang disita yakni sebanyak 5 kilo gram bahan baku pembuat ekstasi atau bisa mencetak 1.500 butir lagi.
 
Sedangkan usai mencetak biasanya tersangka akan mengedarkan barang bukti itu di Propinsi Kepulauan Riau, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Riau sendiri. Biasanya tersangka akan menjual nya dengan harga Rp200 ribu per butir.
 
“Modus pengirimannya yakni dengan menggunakan paket dengan cara mengelabui memasukan ekstasi kedalam elektronik seperti spiker, radio” tandasnya.

(teb)

  • Wawan Ade » 0 Tanggapan
    Salut untuk Polda Riau dan Poltabes Pekanbaru,semoga prestasi ini terus meningkat
    Beri Tanggapan Laporkan
  • tjirebound » 0 Tanggapan
    beberapa kali kita dengar pabrik ekstasi dan sabu2 di grebek dan di sita, tapi belum pernah kita lihat atau dengar pemberantasannya, kemana barang2 tersebut perginya???....apakah ini salah satu bisnis kepolisian????....hanya Allah yg tahu semua itu.....
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.