Program Magister Herbal UI Diarahkan untuk Riset

|

Ilustrasi: ist.

Program Magister Herbal UI Diarahkan untuk Riset

DEPOK – Universitas Indonesia (UI) mengklaim telah berhasil menjalankan program Magister Herbal dengan memiliki lebih dari 50 mahasiswa di program studi tersebut. UI sengaja hanya membuka program studi herbal bagi mahasiswa program Magister karena memang diarahkan untuk penelitian.

Hal itu dikatakan oleh Sekretaris Rektorat UI Devie Rahmawati saat meresmikan taman obat tradisional Green Science Garden di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) UI. Menurut Devie, program tersebut menunjukkan kepedulian UI terhadap budaya tradisional dan keanekaragaman hayati.

“Sudah ada 50 mahasiswa pada semester pertama ini. Antusiasme mereka cukup baik. Program ini memang untuk riset karena itu kami tidak buka program S1. Kita harus jadi orang Indonesia yang peduli budaya sendiri. Jadi, jika kita punya virusnya, kita juga harus jadi ahlinya. Saat ini kita harus fokus ke tanaman herbal,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (6/8/2010).

Devie menambahkan, setiap sarjana dari program studi apapun bebas mengambil program Magister Herbal di UI. UI, kata Devie, bertekad untuk menjadikan obat tradisional memiliki harga lebih murah dan memiliki khasiat lebih unggul dibanding obat modern.

“Mata kuliahnya tentang jamu, atau riset tanaman obat, karena kita ingin memudahkan masyarakat. Siapa tahu masyarakat bisa kembangkan sendiri di rumah. Jangan sampai membuat kita ketergantungan dengan industri dan obat modern. Sebenarnya, obat tradisional dapat unggul, tinggal membuat kemasan jadi menarik,” ujarnya.

Universitas Indonesia (UI) secara resmi meluncurkan program Magister Herbal bersama produsen kosmetik Martha Tilaar. Acara yang dimulai dengan seminar Perkembangan Pemanfaatan Herbal Indonesia Sebagai Pilihan Dalam Pengobatan, ditutup dengan peresmian taman tanaman obat di Fakultas MIPA UI yang diberi nama Green Science Garden.

(rhs)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Dua Gebrakan BNP2TKI Benahi Persoalan TKI