Cina Bantu Pengolahan Sagu di Papua

JAYAPURA – Cina berencana mengelola bahan komoditi sagu menjadi Bio Ethanol.Pengolahan sagu ini juga dilakukan guna mencegah kebutuhan bahan bakar Ethanol di dunia yang terus meningkat.

"Pemda Papua dan pemerintah Cina sebagai pemilik perusahaan BUMN yaitu GMG telah menandatangani MoU pengolahan sagu menjadi Bio Ethanol," kata Ketua Umum Kadin Papua, John M Kabey kepada wartawan di Jayapura, Kamis (12/8/2010).

Selain itu juga pengolahan sagu jadi Bio Ethanol ini, untuk menopang perekonomian orang Papua kedepannya.

Sementara itu, Direktur Utama PT. Berlin Krida Jaya, Hermalina Borolla mengatakan pihaknya akan membangun indsutri pengolahan Sagu di kawasan Distrik Muara Tami, Jayapura tepatnya di Kampung Moso, seluas 100 ribu hektar.

“Termasuk didalam ada hutan lindung dan hutan kayu dengan luas area perkebunan sekira 56 ribu hektar yang akan menghasilkan 150 ribu ton Sagu. ” Kata Berlin.

Dia menuturkan, proses pengolahan sagu menjadi Boi Ethanol ini, terlebih dulu Sagu diolah setelah itu limbah dari pada sagu akan diolah menjadi Bio Ethanol. Dan untuk proses ini, masyarakat setempat akan dilibatkan dalam sistem perkebunan inti plasma dengan mendirikan koperasi yang kemudian hasil panen sagu dibeli perusahaan.

Diketahui Sagu merupakan makanan pokok masyarakat Papua. Untuk mencegah kepunahanan sagu dan ketergantungan masyarakat akan Sagu, maka Pemda setempat akan menyediakan cadangan komoditi untuk dikonsumsi masyarakat. Namun tak disebutkan cadangan komoditi seperti apa.

Kabey juga, mengatakan perwakilan anggota Dewan Energi Nasional dijadwalkan akan mengunjungi Papua guna memberikan dukungan penuh kepada Papua atas MoU pengembangan Bio Ethanol dari komoditi Sagu. Sebelumnya, MoU antara Pemda Papua dan Cina ini telah dilangsungkan, Senin 2 Agustus lalu di Jayapura.
(crl)

berita terkait

foto & video lainnya

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Jual Narkoba, Bapak & Anak Kompak Masuk Bui