JAKARTA- Personel Densus 88 Antiteror telah melakukan penggerebekan terhadap terduga teroris di Kecamatan Cibiru dan Bandung, Jawa barat beberapa waktu lalu.
Dalam penggerebekan tersebut polisi menemukan laboratorium yang digunakan teroris guna merakit bom dan menahan lima orang yang diduga terkait terorisme.
Pengamat teroris Mardigu Mardigu Wowiek Prasantyo mengatakan bahwa ”pengantin” sebutan bagi pelaku bom bunuh diri masih bebas berkeliaran.
“Didalam tekhnik teroris ada empat bagian aksi. Ada pengawas, ada pemikir, ada yang melakukan cuci otak, dan ada orang siap melakukan eksekusi atau disebut pengantin,” katanya saat berbincang dengan okezone di ujung telepon, kamis (19/8/2010).
Lebih lanjut Mardigu mengatakan, pengantin adalah orang yang paling terakhir direkrut oleh para teroris. “Kalau memang belum rapi perencanaan, maka belum akan direkrut seorang pengantin,” Imbuhnya.
Saat ditanya apakah di dalam penggerebekan di Cibiru dan Bandung telah ada calon pengantin? “Hanya tinggal pendalaman, karena memang sedikitnya perekrutan memerlukan waktu sekira tiga bulan,” tutupnya. (ful)
(mbs)