Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pemerintah Wanti-Wanti Jangan Jual Daging Oplosan

Candra Setya Santoso , Jurnalis-Selasa, 31 Agustus 2010 |09:52 WIB
Pemerintah <i>Wanti-Wanti</i> Jangan Jual Daging Oplosan
Razia daging di Malang (Foto: Koran SI)
A
A
A

JAKARTA- Pemerintah memastikan peredaran daging oplosan jelang Lebaran tidak akan terjadi kembali. Bagi para pedagang yang terbukti memperjualbelikan daging oplosan, maka pemerintah akan melakukan tindakan tegas.

"Terus melakukan antisipasi terhadap peredaran daging oplosan, sudah kita tindak di antaranya Tuban, Boyolali, sudah siap siaga, termasuk daging oplosan, ini kan pidana," ujar Menteri Pertanian Suswono saat ditemui wartawan di Kantor Kemenko, Jakarta, Selasa (31/8/2010).

Ketika dikonfirmasikan tentang berapa jumlahnya, Suswono mengaku belum mengetahui berapa jumlahnya. "Volumenya saya enggak bisa (mengerti)," ujarnya.

Sekadar informasi, polisi menyita sedikitnya 400 kilogram daging oplosan di Jember, Jawa Timur. Daging yang ditemukan dalam kulkas itu merupakan campuran daging sapi yang kedaluwarsa, daging monyet atau kera, dan daging celeng atau babi hutan.

Pemasok daging oplosan itu ke sejumlah pasar di luar Kabupaten Jember, seperti di Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso dan Lumajang. Kepada penyidik, penjual mengaku daging kera dibeli dengan harga Rp25 ribu per kilogram. Dan daging babi hutan dibeli dengan harga Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram.

Kini polisi masih menahan dan terus memeriksa Suwondo. Menurut Hidayat, polisi terus berupaya menelusuri jaringan pemasok daging oplosan itu.

(Kemas Irawan Nurrachman)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement