Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

38 Bayi di Blitar Mengidap Gizi Buruk

Solichan Arif , Jurnalis-Kamis, 02 September 2010 |19:18 WIB
38 Bayi di Blitar Mengidap Gizi Buruk
Ilustrasi
A
A
A

BLITAR - Sebanyak 38 balita di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, mengalami gizi buruk.
 
Salah satu bayi bernasib malang itu bernama Desta Wahyu Saputra, warga Kelurahan/Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Di usianya yang menginjak satu setengah tahun, buah hati Indah Wahyu Lestari (24) itu hanya memiliki bobot 7,2 kilogram.
 
Kondisi fisik yang ringkih membuat si bocah lebih banyak menghabiskan hari-harinya di atas pembaringan. Sementara anak-anak seusianya sudah mulai belajar berjalan.
 
"Setiap hari hanya telentang tiduran. Paling menangis ketika merasa haus," tutur Indah kepada wartawan, Kamis (2/9/2010).
 
Desta terlahir sebagai bayi prematur. Sebelum mencapai usia kandungan sembilan bulan, Indah keburu melahirkan. Persalinan tak lazim itu membuat tubuh Desta kurus kering, termasuk lebih kecil dibanding bayi pada umumnya. "Kaki dan tanganya kurus dan lemah sejak dilahirkan," terangnya.
 
Untuk kebutuhan sehari-hari, menurut Indah dirinya hanya mengandalkan derasnya keringat sebagai pembantu rumah tangga (PRT). Sebab sudah lima bulan pernikahanya dengan Anwar Santoso (26) kurang harmonis.
 
Cek-cok di dalam rumah tangga memaksa Anwar memilih jalan pisah ranjang, meninggalkan anak dan istrinya. Keadaan ekonomi yang serba kekurangan tersebut mengakibatkan nyaris tak ada solusi buat kesehatan Desta.
 
Upah sebagai PRT sebesar Rp150 ribu per bulan yang dikantongi Indah, tak cukup untuk membeli susu dan nutrisi penunjang kesehatan. Yang bisa dia lakukan hanyalah memberi ASI yang kini mulai tak lancar.
 
"Berat paling tinggi hanya 7,9 kilogram. Bahkan berat badanya pernah turun sampai 6,9 kilogram," papar Indah.
 
Indah mengaku cukup merasa beruntung. Dirinya diberi waktu sekali dalam sepekan untuk mengambil susu entrasol di puskesmas setempat. Harapanya tidak hanya entrasol gratis yang diberikan pemerintah. Namun juga nutrisi penunjang lainya.
 
"Saya berharap anak saya bisa tumbuh dengan normal," pungkasnya.
 
Kepala Bidang Pengembangan dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar Rini Kushartinah mengakui sedikitnya ada 38 balita di Kabupaten Blitar yang hidup dalam kondisi kekurangan gizi (gizi buruk).
 
"Sebagian besar mengalami kekurangan gizi setelah lepas dari ASI atau berusia 24 bulan. Semuanya telah kita tangani dengan pemberian susu entrasol secara gratis, termasuk si Desta," ujarnya.
 
Adapun penyebabnya, selain kondisi ekonomi yang serba terbatas, juga minimnya pengetahuan orang tua dalam menjaga kesehatan anak. "Padahal gizi buruk ini berdampak pada pertumbuhan dan kecerdasan anak," terangnya.

(Lamtiur Kristin Natalia Malau)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement