tragedi sukhoi

Kerja Wapres Tidak untuk Pencitraan

Insaf Albert Tarigan - Okezone
Jum'at, 3 September 2010 14:00 wib
Wapres Boediono (Foto:Koran SI)
Wapres Boediono (Foto:Koran SI)

JAKARTA - Lembaga survei Indo Barometer kemarin mengeluarkan hasil survesi terbaru mengenai tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Presiden Susilo BambangYudhoyono dan Wakil Presiden Boediono.

Sama dengan hasil Lembaga Survei Indonesia, Indo Barometer juga menyatakan, kepuasan masyarakat menurun menjadi 50,9 persen. Salah satu penyebabnya adalah kenaikan harga sembilan bahan pokok.

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Wakil Presiden Yopie Hidayat mengatakan pemerintah sebenarnya telah bekerja keras. Namun, mengatasi kenaikan harga dan inflasi memang tidak mudah.

"Kita ini menganut ekonomi yang sangat terbuka dan tidak ada satupun individual baik dia presiden, wakil presiden, maupun rakyat atau pedagang, pengusaha yang bisa mengendalikan harga sesuai dengan kemauannya sendiri," ujarnya di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (3/9/2010).

Yopi menjelaskan, faktor kenaikan harga sembako sangat beragam dan pemerintah hanya bisa berupaya mengendalikan beberapa faktor yang menjadi domain pemerintah.

"Artinya kita akan terus mengupayakan kebijakan-kebijakan yang mempengaruhi, tidak menentukan. Kalau Anda memahami dinamika perekonomian yang sangat terbuka seperti di Indonesia tidak mungkin kami menentukan harga. Misalnya, pemerintah bilang harga beras cuma R5 ribu per kilo, enggak mungkin begitu terus," bebernya.

Meski kepuasan masyarakat menurun, Yopie menegaskan Boediono akan terus bekerja keras. Dia mengatakan, dari awal menerima amanah sebagai wakil presdien, Boediono tidak bekerja demi pencitraan atau demi tujuan politik tertentu.

"Bapak Wapres berulangkali mengatakan kepada saya bahwa inilah mungkin masa pengabdian beliau kepada negara sebagai pejabat. Kalau sebagai rakyat tentu saja kita bisa terus memberikan yang terbaik pada negara. Tapi sebagai pejabat Bapak Wapres sudah beberapa kali menegaskan beliau tidak mempunyai keinginan politik apapun," ujarnya.
(ram)

  • sions » 0 Tanggapan
    Makanya jangan buru-buru mau ikutan perdagangan bebas jika pemerintah masih belum mampu mensejahterakan rakyatnya sejahterakan dulu rakyat baru perdagangan bebas bisa berjalan dengan prinsip saling menguntungkan sekarang yang terjadi adalah yang kaya makin kaya dan yang miskin semakin miskin sementara pejabat pura-pura tidak tau atau tidak mau tau
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.