Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bentrok Buol, Polisi Masih Bertahan di Polsek

K. Yudha Wirakusuma , Jurnalis-Jum'at, 03 September 2010 |09:48 WIB
Bentrok Buol, Polisi Masih Bertahan di Polsek
Ilustrasi (Foto: Koran SI)
A
A
A

JAKARTA - Hari keempat pascabentrok di Buol, Sulawesi Tengah, Kepolisian masih bertahan di Polsek dan Polres untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Masih di situ (Polsek dan Polres), memang itu untuk menghindari saja. Itu perintah pimpinan. Karena kalau anggota gabung di satu tempat lebih mudah diawasi,” ujar Kabid Penum Mabes Polri Kombes Pol Marwoto Soeto saat dihubungi okezone, Jumat (3/9/2010).

Meski demikian Marwoto menyatakan, kondisi di Buol berangsur normal. Bantuan pengamanan baik dari Brimob dan TNI telah tiba di lokasi.

“Sedikit-sedikit kondisi di sana sudah normal. Masayarakat pun perlahan telah melakukan aktivitasnya seperti semula,” ucap Marwoto.

Seperti diketahui, sekira 500 warga melakukan penyerangan terhadap kantor Polsek Buol Sulawesi Tengah pada Selasa, 31 Agustus, malam. Kejadian tersebut dipicu kekecewaan warga atas kematian Kashmir bin Yeti Mumun (19), seorang tukang ojek yang meninggal di tahanan Polsek Buol.

Polisi mengatakan, Kashmir meninggal karena gantung diri di tahanan Mapolsek. Sebelumnya Kashmir ditahan di sel lantaran terlibat kecelakaan lalu lintas dengan salah seorang anggota polisi. Sejauh ini tujuh warga dikabarkan tewas akibat insiden tersebut, sementara puluhan lainnya mengalami luka.

(Dian AF)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement