getting time...

Penembakan di Rumdin Gubernur Jabar

Senapan Angin Milik Anak Gubernur Dijual Bebas

Gin Gin Tigin Ginulur - Okezone
Sabtu, 4 September 2010 15:40 wib
ilustrasi
ilustrasi

BANDUNG - Senapan angin milik anak Gubernur Jawa Barat (Jabar) yang telah melukai Raihan ahmad (11) merupakan jenis senapan angin merek Sharp Tiger. Jenis senapa angin itu ternyata dijual bebas.

Berdasarkan penelusuran okezone di sejumlah situs internet, senapan angin tersebut merupakan kualitas terbaik buatan Indonesia.

Senapan angin tersebut berkekuatan sampai 1.000 fps (feet per second atau kaki per detik) dengan kapasitas pompa 10 kali. Untuk produk buatan Indonesia senapan itu dijual dengan harga Rp700 ribu.

Namun untuk senjata dengan jenis yang sama dengan lisensi USA-Japan, senapan itu dijual dengan harga Rp1 juta tanpa aksesoris. Laras senjata tersebut terbuat dari baja halus 12 alur. Pegangan popor depan berukir, agar tidak licin.

Dari penelusuran okezone di wikipedia, kepemilikan senapan angin 4,5 mm tersebut tidak memerlukan izin. Namun untuk yang kalibernya di atas 5,5 mm, memerlukan izin dari pihak kepolisian.

"Senjata itu tidak harus memiliki izin, karena hanya senapan angin.
Kalau pistol angin dengan kaliber yang sama baru harus ada izin," kata Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Tubagus Ade Hidayat saat dihubungi wartawan, Sabtu (4/9/2010) sore.

Seperti diketahui, Raihan Ahmad (11), tertembak senapan angin oleh Rz, teman bermainnya, di rumah dinas Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di Gedung Pakuan, Jumat (3/9/2010) sore.

Saat kejadian, ia tengah berada di kamar anak gubernur yang sudah kuliah bersama dua teman lainnya. Sementara anak gubernur tidak ada di rumah karena sedang mengikuti les.

(crl)

  • Ucup » 0 Tanggapan
    wah wah, sharp tiger sih aku punya, tapi bentuknya beda sama yang ada pada gambar di atas ntu ntu, weleh weleeh
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Irfan » 0 Tanggapan
    sharp tiger bukan kaya gitu bentuknya tapi itu hunting master ilustrasinya terlalu menyesatkan,di indonesia regulasinya ga ada pelarangan senapan angin cal 4.5 atau kurang dari itu.dalam kasus ini saya menangkap hanya human error aja/kecerobohan pemakai.yang harus di titik beratkan dalam kasus ini ya... si pemakai jangan ke senapan anginnya dari judul sungguh mendeskriditkan.jangan sampai turunnya berita ini menjadi pengkebirian pada pengrajin senapan yang di isukan pelarangan senapan angin.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.