getting time...

Ironi.. Warga Perbatasan Lebih Pilih Produk Malaysia

Sabtu, 4 September 2010 20:20 wib
ilustrasi (foto: ist)
ilustrasi (foto: ist)

PONTIANAK - Warga perbatasan Indonesia-Malaysia nampaknya lebih mengenal dan memilih barang-barang produk Malaysia, menyusul lambannya pembangunan yang dilakukan pemerintah Indonesia di daerah tersebut.   

Salah satu daerah tersebut di antaranya adalah Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat. Daerah ini pembangunan dirasa masih sangat jauh terutama sarana infrastruktur.

"Jarak dengan Malaysia cukup dekat dan hanya membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam dengan jalan kaki, tapi jalan di sini masih rusak," kata Yanuarius (25) warga Desa Jasa, Kecamatan Ketungau Hulu kepada okezone, Sabtu, (4/9/2010).
 
Yanuarius juga tidak menampik jika produk Malaysia jauh lebih dikenal oleh masyarakat di daerah tersebut.

"Kami membeli barang-barang dari Malaysia, karena barang Malaysia lebih banyak dijual di sini dan kami mudah mendapatkannya. Begitupula sebaliknya, masyarakat di daerah itu juga menjual barang-barang seperti rempah-rempah ke Malaysia," ujarnya.

Kondisi ini menurutnya wajar saja, karena selama ini pembangunan di daerahnya tidak berjalan dengan baik. "Kalau daerah perbatasan lain cukup lumayan untuk pembangunan tapi tetap saja, warga di sana lebih memilih bahan kebutuhan pokok sampai prodak asal Malaysia,"pungkasnya.


(Aceng Mukaram/Global/crl)

  • varan » 0 Tanggapan
    wah jangan jangan nanti product kita bisa di jiplak ato di bajak dong, danger la...tu
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Rochani » 0 Tanggapan
    tidak semuanya rakyat disana membeli produk Malaysia, memang barang2 dari Malaysia mudah didapat, seperti kopi, snack dsbnya. tetapi utk kebutuhan dapur masih mendatangkan dari Jawa. Saya pernah belanja di pasar Singkawang; ikan teri dari Jakarta, asem dan rempah dari Semarang, sayuran dari Surabaya...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Pendosa » 0 Tanggapan
    Iya wajar begitu.. karna warga perbatasan tidak diperhatikan... jangan heran juga bila rasa nasionalisme mulai luntur, karna kita tidak bisa hidup hanya dengan nasionalisme semata, tapi butuh sejehtra juga
    Beri Tanggapan Laporkan
  • yusviant » 0 Tanggapan
    biasa itu, lebih parahnya ada tu warga perbatasan yang udah gak lagi pegang KTP indonesia tapi malah pegang ID card Malaysia
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.