getting time...

Sengketa RI-Malaysia, Diplomasi Lemah Tanpa Senjata

Misbahol Munir - Okezone
Minggu, 5 September 2010 16:29 wib
Yorris Raweyai (Foto: Koran SI)
Yorris Raweyai (Foto: Koran SI)

JAKARTA - Diplomasi menjadi pendekatan yang dikedepankan pemerintah terkait sengketa perbatasan dengan Malaysia. Namun diplomasi juga mengandung kelemahan.

Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Yorris Raweyai mengakui bahwa senjata bukan satu-satunya solusi dalam menegakkan kedaulatan bangsa. Namun di sisi lain, diplomasi menjadi lemah jika tanpa didukung oleh kekuatan senjata.

“Dalam konteks ini sungguh tepat ungkapan latin Bila Ingin Damai Maka Bersiaplah untuk Perang,” ujar Yorris saat memberikan sambutan pembukaan dialog aktivis muda Indonesia bertajuk Nasionalisme Kedaulatan Negara di Ujung Tanduk: Pembelajaran dari Potensi Konflik Perbatasan Indonesia-Malaysia di Hotel Nikko, Jakarta Pusat, Minggu (5/9/2010).

Belajar dari kasus sengketa dengan Malaysia, lanjutnya, mengingatkan kembali kepada doktrin yang diajarkan Panglima Besar Jenderal Soedirman.

Kita Cinta Damai Tapi Lebih Cinta Kemerdekaan. Hari ini kita dapat mengatakan kita cinta damai tapi lebih cinta kedaulatan,” tandasnya.

(ton)

  • noperman » 0 Tanggapan
    memang betul........karna tuk berunding...duit nya kecil...pak...caba..tuk tender proyek....rebutan ingin pergi.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Riana Ermaya » 0 Tanggapan
    numpang komen sekedar berseloroh, maaf kalo beda pandangan. Setuju dengan pernyataan "jika ingin damai, maka bersiaplah untuk perang". kenyataannya siapkah ? Harus diakui bukan cuma alutistanya yang ga siap, tapi jg SDM-nya, SDM disini rakyat indonesia keseluruhan, TNI masih mending punya pengalaman operasi militer dalam negeri. sementara masyarakat sipil lainnya sejak berakhirnya perang kemerdakaan tidak lagi punya budaya tempur/perang, yang ada adalah bidaya tawuran antar kampung, kerusuhan politik, saling lempar batu, lempar tombak, nembak pake senjata rakitan sambil tereak-tereak histeris. tak banyak yg punya pengalaman bergerak dalam komando tempur. Sementara perang jelas sangat jauh berbeda dengan tawuran antar kampung, lebih kejam dari sekedar kerusuhan macam di Poso sekalipun. Kerusuhan dan tawuran macam itu kalah atau menang paling-paling cuma nyawa yang melayang, tapi perang jika kalah bukan cuma jutaan nyawa yg melayang bisa jadi kedaulatan negara pun akan melayang. Perang bisa dimulai jika memang dimungkinkan untuk menang. Jika memulai perang hanya untuk kalah, bisa jadi akan menjadi perang paling konyol. Seperti pernah dilakukan Irak menyerang Kuwait, Negara Arab memulai perang dengan Israel. Salah hitung, modal tereak, modal keyakinan tanpa dasar, akhirnya kalah !!! dan tengoklah nasibnya sekarang. Kapan Rakyat Indonesia siap perang ? nantilah jika Wajib Militer telah diterapkan. Sekedar pembanding, aku googling dan nemu posting Tentara Wanita Israel, mereka cantik-cantik mirip artis/model Indonesi, terpelajar, Modis, fashionable, ceria, nenteng M-16, tapi tetep bengis di medan tempur. Mereka wajib militer. Mereka bener-bener punya budaya perang. Belum lagi alutistanya. Di negara kita ? So, jika Nia Ramadhani, Ariel, Luna Maya, Tamara, Cut Tari, Ibas, Anaknya Bakrie, Tokoh Politik, pejabat/keluarganya, mahasiswa, dan rakyat jelata lainnya pernah nenteng M-16 di garis depan sebagai Tentara Wamil barulah Indonesia bisa dikatakan punya bidaya tempur/perang, dan bisa dikatakan Indonesia memang bersiap perang dengan siapa saja, kapan saja. Jika tidak ? sebaiknya baek-baek aja ama negara tetangga, kerna bagaimanapun bukan malaysia aja yg akan dihadapi tapi juga sekutu lainnya. Sorry kalo beda perspektif... salam
    Beri Tanggapan Laporkan
  • teguh » 0 Tanggapan
    klo kendala kurang senjata untuk melawan malaysia dan negara tdk ada anggaran beli alutsista.indonsia dgn jmlh penduduk ratusan juta bisa iuran tuk beli senjata bayangkan satu orang iuran 10 rb klo yg byr 100 jt orang.bisa buat beli rudal.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • teguh » 0 Tanggapan
    klo kendala kurang senjata untuk melawan malaysia dan negara tdk ada anggaran beli alutsista.indonsia dgn jmlh penduduk ratusan juta bisa iuran tuk beli senjata bayangkan satu orang iuran 10 rb klo yg byr 100 jt orang.bisa buat beli rudal.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • teguh » 0 Tanggapan
    klo kendala kurang senjata untuk melawan malaysia dan negara tdk ada anggaran beli alutsista.indonsia dgn jmlh penduduk ratusan juta bisa iuran tuk beli senjata bayangkan satu orang iuran 10 rb klo yg byr 100 jt orang.bisa buat beli rudal.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.