DEPOK - Guna mencegah terjadinya pembiusan terhadap para pemudik, Polres Depok memasang pengeras suara di Terminal Depok yang merupakan titik utama pemberangkatan bus angkutan Lebaran.
Sesuai pengalaman tahun-tahun sebelumnya, Depok disinyalir hanya menjadi titik pembuangan korban pembiusan yang kehabisan tiket dari terminal di Jakarta.
Kapolsek Pancoran Mas Depok AKP Ana Rohana menyebutkan setiap tahun Terminal Depok selalu menjadi tempat kedatangan korban pembiusan. Para korban, kata Ana, biasanya datang sudah dalam keadaan bingung hingga pingsan di dalam bus dengan kehilangan harta bendanya.
”Sering itu, kita langganan, tahu-tahu ada pemudik tiba di terminal sudah menangis karena baru sadar habis jadi korban pembiusan, dan hartanya habis. Mereka biasanya dari Terminal Kalideres karena kehabisan tiket di sana, terus mau beli tiket di Depok,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (5/9/2010).
Ana menyarankan agar para penumpang tidak terpedaya dengan orang asing yang menawarkan makanan atau pun minuman. Lebih baik lagi, lanjut Ana, para penumpang bisa menggunakan I-Pod atau pun MP3 untuk mendengarkan musik.
”Jangan melamun, jangan terpengaruh, jangan mudah percaya, harus gembira, misalnya bernyanyi dengarkan musik, dan jangan gunakan perhiasan,” jelasnya.
Sementara itu, Polsek Sukmajaya Depok juga membentuk tim untuk mencegah adanya pembiusan di sepanjang Jalan Raya Bogor di mana terdapat puluhan perusahaan otobus (PO). Polres Depok mengerahkan 1.012 personel guna mengamankan lebaran pada H-7 hingga H+8 Lebaran.
(ton)