SIDOARJO - Pada H-4 Lebaran, truk-truk besar masih berkeliaran di jalan. Hal ini terlihat di Jalan Raya Porong. Sedikitnya 20 truk terjaring razia yang dilakukan oleh Lantas Polres Sidoarjo.
Truk-truk yang terjaring razia rata-rata mengangkut home industry dan produk-produk lainnya. Kebanyakan, mereka dari Surabaya menuju ke daerah selatan dan timur Jawa Timur, seperti Lumajang, Probolinggo, Jember, dan Malang.
“H-7 truk-truk sudah tidak boleh melintas, kecuali truk pengangkut sembako dan kebutuhan vital lainnya,” ujar Kasat Lantas Polres Sidoarjo AKP Ahrie Sonta Nasution, saat memimpin anak buahnya mengamankan arus mudik Lebaran di Jalan Raya Porong, Senin (6/9/2010).
Sejak H-7 mudik Lebaran, Lantas Polres Sidoarjo sudah mengintensifkan pengamanan Jalan Raya Porong, terutama untuk truk-truk besar. Polisi menghentikan setiap truk yang lewat dan bila tidak mempunyai rekomendasi dari Dinas Perhubungan (Dishub) untuk izin jalan selama arus mudik dan balik, langsung ditilang.
Ahrie Sonta menegaskan, dia sudah memerintahkan anggotanya untuk menindak tegas pengendara truk yang masih lewat tanpa dilengkapi rekomendasi izin jalan arus mudik dan balik Lebaran. “Sampai siang ini saja sudah ada 20-an truk yang terjaring. Semuanya kita tindak tegas,” tandasnya.
Truk-truk yang terjaring razia, didominasi oleh truk dengan bak tertutup. Beberapa di antara berdalih kalau habis mengantarkan barang dan logistik. Namun, setelah dicek oleh petugas, ternyata membawa barang hasil produksi perusahaan.
Padahal, selama arus mudik truk yang diperbolehkan beroperasi merupakan truk pengangkut kebutuhan bahan pokok dan logistik lainnya.
Pantauan di lapangan, kondisi Jalan Raya Porong H-4 Lebaran ternyata lebih lancar bila dibandingkan dengan hari-hari biasanya. Hal ini tak lepas dari dampak pelarangan truk-truk beroperasi selama mudik Lebaran. Kendaraan yang memadati jalur arteri itu kebanyakan kendaraan pribadi dan angkutan umum.
“Kalau dibandingkan dengan hari-hari biasanya, Jalan Raya Porong lebih sepi. Itu karena truk-truk tidak memadati jalan. Coba lihat hari biasa, satu lajur bisa dipadati oleh truk-truk besar,” ujar Ubaidillah, warga Bangil yang sering melewati Jalan Raya Porong.
Bukan hanya relatif lancar bila dibandingkan dengan hari-hari biasanya. Selama arus mudik dan balik Lebaran, “polisi cepek” yang biasanya ikut mengatur jalan juga sudah dibersihkan. Demikian pula di simpul-simpul jalan yang melewati jalur alternatif sisi timur dan barat Jalan Raya Porong juga sudah dibersihkan.
Padahal, setiap harinya di exit tol Porong dan beberapa simpul jalur alternatif lainnya terdapat puluhan “polisi cepek” yang ikut membantu mengatur arus lalu lintas.
(Dadan Muhammad Ramdan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.