BANYUMAS - Samini (20) perempuan yang tinggal di Desa Suro, Kecamatan Kalibagor, Banyumas, terus mengurung diri di kamar. Dia dirundung duka mendalam dan tak mau keluar dari rumahnya, yang hanya berlantai tanah dengan dinding anyaman bambu.
Rencananya, Samini dan kekasihnya, Dodo (21) akan melangsungkan pernikahan Selasa 14 September mendatang. Kini, kandas sudah rencana itu. Pasalnya, Dodo pujaan hatinya yang bakal jadi calon suaminya pergi untuk selama-lamanya.
Dodo, yang dikenal sebagai pemain kuda lumping warga Tambaksogra, Kecamatan Sumbang, Banyumas tersebut menjadi salah satu korban yang tewas saat berusaha mencari cincin tunangan. Cincin yang terjatuh itu milik Samini yang merupakan pemberian Dodo. Sedangkan Trisno, ayah kandung Samini juga tewas karena ikut mencari cincin tunangan anaknya tersebut.
”Rencananya anak saya mau menikah dengan Samini usai Lebaran tanggal 14 September nanti. Tapi Tuhan berencana lain,”' tutur Sumini, ibu kandung dari Dodo yang tak henti-hentinya meneteskan air mata, di lokasi kejadian, Minggu 5 September.
Cincin pertunangan itu rupanya mempunyai makna yang sangat besar bagi pasangan Dodo-Samini yang hendak melangsungkan pernikahan. Salah seorang warga setempat mengatakan, bagi orang desa, cincin pertunangan sangat besar maknanya. Mereka harus menjaganya sehidup semati.
Namun, cincin yang telah melingkar di jari manis Samini itu secara tak sengaja jatuh ketika perempuan berkulit kuning itu mencuci di sumur umum, yang berjarak sekitar 20 meter dari di depan rumahnya.
“'Menurut warga desa kalau cincin tunangan sampai hilang, ada anggapan bahtera rumah tangganya usai pernikahan bakal kurang harmonis,” ujar Ruslan, warga setempat.
Hal inilah yang menyebabkan Dodo nekat mencari cincin sampai ketemu. Nilai rupiahnya mungkin bisa saja diganti, tetapi adanya kepercayaan warga desa sekitar yang beranggapan pernikahannya bakal ada masalah karena cincinnya hilang, menjadi pertimbangan agar cincin itu harus dicari sampai ketemu.
(Saladin Ayyubi/Global/lsi)