getting time...

Kernet Bus Gantikan Sopir, Nabrak & Tewaskan 4 Orang

Senin, 6 September 2010 22:33 wib
ilustrasi
ilustrasi

SUKOHARJO - Kecelakaan karambol terjadi di ruas jalan Kecamatan Weru, Sukoharjo, tepatnya di Dukuh Plengekan, Desa Karangmojo, perbatasan Sukoharjo dengan Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta.
 
Tabrakan tersebut melibatkan Bus Wahyu Putra dan Mobil Carry serta dua sepeda motor. Akibat insiden tersebut, dari delapan penumpang Carry, tiga warga Kecamatan Weru dan satu pengendara motor Megapro asal Yogyakarta tewas di lokasi kejadian. Sedangkan dua orang lainnya luka berat dan lima orang lainnya luka ringan.
 
Sedangkan bus wahyu Putra itu sendiri nyaris dibakar warga sekitar yang emosi melihat kejadian tragis tersebut.
 
Informasi yang diperoleh dari lokasi kejadian, Bus Wahyu Putra dengan nopol AD 1593 B yang dikemudikan Handoko meluncur dengan kecepatan tinggi dari arah barat menuju Solo. Banyaknya tikungan tajam membuat bus berjalan terlalu ke kanan, dan tepat dari arah Solo meluncur mobil Carry warna merah dengan nopol AD 8881 AG yang sarat penumpang.
 
Tabrakan antar kedua mobil itu pun tak dapat dihindari, dan membuat mobil Carry yang dikemudikan Busar (40) berputar sebelum menghajar Megapro nopol AB 2360 AK yang dikemudikan Edy Sri.
 
Sedangkan sepeda motor jenis Supra nopol AB 2687 yang berada tak jauh dari lokasi kejadian, tak luput dari tabrakan tersebut. Untungnya, pengendara sepeda motor jenis supra ini lolos dari maut.
 
Akibat insiden tersebut, tiga orang penumpang mobil Carry yang diketahui masih satu keluarga, yaitu Busar (40), Sukarmi (65) Wulan (12), dan satu pengendara Megapro Eddy Sur (18) tewas.
 
Kanit Laka Polres Sukoharjo Iptu Sumini, yang datang kelokasi kejadian mengatakan, dari olah TKP dan keterangan warga, Bus Wahyu Putra yang dikemudikan Handoko ini ternyata bukan supir asli bus. Handoko ternyata kondektur bus yang nekat menggantikan Ngadimin supir asli yang masuk angin dan beristirahaat.
 
"Dari pengakuan Ngadimin supir asli, yang bersangkutan mengaku masuk angin dan memilih beristirahaat di terminal. Kemungkinan ngejar setoran, bus dikemudikan kondekturnya Handoko, dibawah sepengetahuan Ngadimin," jelas Sumini, Senin (6/09/2010).
 
Untuk mengindari amuk massa yang hampir membakar bus Wahyu Putra, polisi mengamankan Handoko ke Polres Sukoharjo.

(Bramantyo/Trijaya/teb)