getting time...

6 Jembatan Rusak Hadang Pemudik

Selasa, 7 September 2010 23:17 wib
Ilustrasi
Ilustrasi

BLITAR - Sebanyak enam jembatan dalam kondisi rusak dipastikan akan menghambat perjalanan pemudik yang memasuki wilayah Kabupaten Blitar. Sebab, hingga saat ini perbaikan bangunan yang hancur akibat tersapu banjir bandang beberapa waktu lalu itu belum juga kelar.

Menurut Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas PU Binamarga dan Pengairan Kabupaten Blitar Puguh Iman Susanto, pihaknya memasang anyaman bambu sebagai alternatif jembatan yang belum jadi. “Minimal bisa membantu para pemudik yang melintas di sana, “ujarnya kepada wartawan.

Sementara enam jembatan yang runtuh akibat bencana alam itu di antaranya Jembatan Tunjung, Kecamatan Udanawu, Jembatan Kali Kletek Kecamatan Wlingi, Jembatan Tumpang,  Kecamatan Talun, Jembatan Popoh,  Kecamatan Selorejo, Jembatan Sumber, Kecamatan Sanankulon, dan Jembatan Selopuro Kedungwungu,  Kecamatan Selopuro.

Selain tak tahan diterjang musibah alam, rata-rata usia bangunan yang telah porak-poranda memang kategori uzur. “Memang sebenarnya sudah waktunya untuk diperbaiki,“ terang Puguh.  Karena keadaanya yang masih ditopang bambu, para pemudik yang menggunakan kendaraan besar sejenis truk dipastikan tidak bisa melintas di sana.

Sebab, hampir seluruh bangunan dengan panjang sekitar 60-100 meter dan lebar sekitar 4-6 meter berupa bambu. Sementara dibawahnya merupakan arus sungai besar dengan kedalaman curam. “Namun kalau hanya kendaraan roda dua saya kira masih aman,“ terangnya mengimbau kepada warga setempat untuk ikut melakukan pengamanan.

Sementara selain jembatan yang rusak, sejumlah ruas jalan di Kabupaten Blitar masih dalam perbaikan. Misalnya, sepanjang jalan Sidodadi, Kecamatan Garum hingga Sukosewu, Kecamatan Gandusari, serta ruas Jalan Tumpakoyot, Kecamatan Bakung, sampai saat ini masih dalam penambalan. “Target kami pada H-3 Lebaran semua jalan rusak bisa tertambal,“ pungkasnya.

Menanggapi hal ini anggota DPRD Kabupaten Blitar dari Komisi III Hafid Luthfi meminta eksekutif untuk serius menangani hal ini. Sebab, mudik Lebaran berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat. “Kami berharap masyarakat bisa merasa nyaman dalam melaksanakan kegiatannya,“ ujarnya.
(Solichan Arif/Koran SI/ram)