DEPOK – Panitia Pengawas Pemilukada (Panwaslukada) Depok mencatat seluruh calon wali kota dan wakil wali kota Depok sudah melakukan kampanye terselubung. Padahal, masa kampanye baru akan dimulai pada 29 September hingga 11 Oktober 2010.
Modus yang dilakukan bermacam–macam, dari mulai memasang baliho, menyebar atribut kampanye, alat peraga, hingga visi misi. Pada bulan puasa dan lebaran, bahkan seluruh calon memiliki kreatifitas mencuri start kampanye dengan sembako gratis, santunan anak yatim, pasar murah, hingga pembagian sarung.
Ketua Divisi Hukum dan Tindak Lanjut Pelanggaran Panwaslukada Depok Sutarno mengatakan, seluruh calon terbukti melanggar dan menyalahi aturan. Seluruh calon, kata Sutarno, pasti memiliki maksud terselubung dengan mengadakan acara bakti sosial untuk membentuk citra di mata warga.
“Kalau keempat calon tidak ikut di Pemilukada Depok, tidak akan mungkin kan mereka memasang alat peraga, ada ajakan, visi misi, atau menggelar kegiatan bakti sosial, bicara boleh dan tidak boleh, tentu tidak boleh,” katanya kepada wartawan, Selasa (07/09/10).
Sutarno mencontohkan, dalam acara mudik gratis yang digelar calon Walikota Depok Nurmahmudi Ismail, mencantumkan program atau visi yakni ‘Lanjutkan Perubahan Teruskan Pembangunan’. Selain itu, kata Sutarno, pasangan Badrul Kamal–Supriyanto juga beberapa kali menggelar pembagian sembako gratis ataupun pembagian sarung di Balai Samina, Depok Dua.
“Belum lagi Gagah–Derry Drajat sudah memasang baliho, dan juga sama dengan Yuyun–Pradi, semua melanggar, kami akan minta keterangan seluruh tim sukses masing–masing calon,” tegasnya.
Sementara itu, seluruh tim sukses masing–masing calon berdalih kegiatan tersebut hanya merupakan sosialisasi bukan kampanye. Selama belum ada aturan main dari KPU, mereka akan tetap menggelar kegiatan yang sama.
(teb)