JAKARTA- Rencana pembakaran kitab suci Alquran yang akan dilakukan pada 11 September nanti di AS ditanggapi dingin oleh Menteri Agama Suryadharma Ali.
"Mudah-mudaan tidak benar, mudahan itu sebatas isu pada 11 September, seandainya benar saya berharap kepada masyarakat tidak terpancing, pembakaran Alquran itu, sebab secara subtansi tidak bermakna apa-apa," ucapnya seusai sidang isbat di Kementrian Agama, Rabu (8/9/2010)
Karena Alquran, lanjutnya, Allah yang jaga, berapa banyak yang dibakar tidak bermakna. Tetapi pembakaran itu menjadi sangat tidak baik, karena dapat mengaganggu kerukunan masyarakat, kerukunan agama.
"Hal tersebut memicu kemarahan umat Islam terhadap barat, saat ini kita bekerja keras, menciptakan kerukunan supaya tidak terjadi gesekan, agar kerukunan tercapai," sambungnya.
Kalau 11 September ada pembakaran Alquran sebagai balasan tragedi 11 September 2001 itu juga tidak tepat, karena yang tersinggung umat Islam sedunia.
"Sedangkan yang melakukan teror segelintir orang Islam, masa membangkitkan kebencian seluruh umat Islam di dunia,” pungkasnya.
(ful)