PEKANBARU- Ratusan gelandang dan pengemis (gepeng) malam tadi mengadakan aksi demo di Kantor Dinas Sosial Pekanbaru, Riau.
Kedatangan mereka secara berbondong-bondong sebagai aksi solidaritas karena sejumlah rekan mereka ditangkap saat opresi razia.
Pantauan okezone, Selasa (7/9/2010) malam, aksi demo di depan Kantor Dinsos jalan Sudirman ini didominasi oleh kalangan tuna netra serta anak-anak. Aksi ini dijaga ketat oleh Satpol PP Pekanbaru yang baru melakukan razia disejumlah pusat keramaian para gepeng.
Kordinator aksi Suardi mengharapkan hendaknya Pemerintah Kota Pekanbaru memberi dispensasi bagi para gepeng untuk mengais rezeki hingga akhir Ramadan demi kebutuhan keluarga.
“Kita mengemis bukan mencari kaya, tapi untuk mencari nafkah. Kami ini cacat, kami buta. Dengan apalagi kami harus cari makan. Beri kami waktu 3 hari lagi untuk mencari rezeki," kata Suardi yang juga mantan ketua Persatuan Tuna Netra Indonesia Pekanbaru, (Pertuni) di depan petugas.
Para gepeng yang biasa mangkal disejumlah pusat keramaian di Pekanbaru menuding bahwa sebenarnya selama Ramadan mereka banyak tersaingi oleh gepeng dari luar daerah kadang mereka tidak menyandang cacat.
"Seharusnya mereka yang ditangkap, bukan kami, karena kami sudah terakomodir," keluh Dino pengemis lainnya.
Sementara Kepala Satpol PP Pekanbaru Indra Kusuma menyatakan selama Ramadan pihaknya telah menertibkan sebanyak 150 gepeng. "Yang tertangkap mereka akan diberi pembinaan selama 3 hari, kemudian baru dibebaskan. Hari ini kita mengamankan 50 orang," ucapnya.
(ful)