BANYUMAS - Dalam inspeksi mendadak yang dilakukan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah Rabu 8 September malam di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Mersi, Purwokerto Timur, petugas menemukan puluhan kilogram hati sapi yang mengandung cacing hati.
Di lokasi rumah pemotongan hewan Mersi ini, Rabu malam hingga Kamis pagi menyembelih sedikitnya 150 ekor sapi. Hal inilah yang membuat petugas Disnakan Banyumas langsung memeriksa semua hati sapi yang siap dijual.
Satu persatu hati sapi diperiksa dokter hewan dari Dinas Peternakan dan Perikanan Banyumas. Tidak semua hati sapi ini mengandung cacing. Saat menemukan cacing hati pada hati sapi, petugas langsung mengiris dan memisahkan. Namun petugas juga menemukan beberapa hati sapi yang semuanya mengandung cacing dan langsung dipisahkan untuk selanjutnya dimusnahkan.
Menurut Ir Hudi Utami Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Banyumas mengatakan, sidak ini dilakukan malam hari karena kegiatan pemotongan sapi banyak dilakukan malam hari.
"Kami melakukan sidak ini karena menjelang lebaran besok permintaan daging sapi dipastikan meningkat tajam. Selain itu, ini semua dilakukan untuk melindungi masyarakat agar memperoleh daging sapi baik dan layak. Dalam sidak ini kami menyita hati sapi yang mengandung cacing dan selanjutnya kami musnahkan," jelas Ir. Hudi Utami kepada okezone.
Hati sapi yang mengandung cacing hati ini dianggap berbahaya. Jika dikonsumsi oleh masyarakat, mereka bisa terkena penyakit yang disebabkan dari cacing hati seperti mual, muntah, dan bahkan berakibat pada kerusakan usus manusia.
Sidak terhadap di beberapa rumah pemotongan hewan ini sengaja dilakukan Disnakan Banyumas pada malam hari mengingat intensitas penyembelihan sapi sering dilakukan malam hari. Selain itu, menjelang lebaran, biasanya permintaan daging sapi meningkat hingga 20 persen dari hari biasanya.
(Hariyanto Kurniawan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.