getting time...

PBHI Desak Polisi Ungkap Insiden Maut di Istana

Carolina Christina - Okezone
Jum'at, 10 September 2010 17:17 wib
Foto: Insaf Albert/okezone
Foto: Insaf Albert/okezone

JAKARTA - Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia mendesak agar polisi segera mengusut tewasnya Joni Malela (45) dalam acara open house di Istana Negara, Jakarta Pusat.

"Kami minta agar polisi segera mengusut kasus tersebut yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang,"kata Ketua PBHI Hendrik Sirait saat dihubungi okezone, Jumat (10/9/2010).

Tidak hanya itu saja, Hendrik juga menyayangkan pihak Istana yang tidak mengantisipasi insiden tersebut. Padahal dalam acara open house itu sudah ada konsekuensi adanya kelonggaran pengamanan yang diberikan kepada warga.

"Dalam open house ini ada kesan jika open house ini hanya sebuah pencitraan politik SBY saja, karena menutup ruang dengan masyarakat. Padahal seharusnya dalam open house tidak ada sekat antara pemimpin dan rakyatnya,"ujarnya.

Hendrik juga mengaku tidak menutup kemungkinan akan melakukan advokasi atas kasus tersebut. "Kita lihat dulu, tapi yang pasti kita minta kasus ini harus dituntaskan, karena ini pertama kalinya kasus di era pemerintahan SBY,"tukasnya.  
(crl)

  • St Wid » 0 Tanggapan
    PBHI ketinggalan kereta. Fakta sudah terungkap, Joni 'wafat' saat menjalanken niatnya mengemis di istana, jadi itu resiko pekerjaan, maka semua tuntutan batal demi hukum he .. he .. he .. hukumnya siapa ya?
    Beri Tanggapan Laporkan
  • rifki » 0 Tanggapan
    yang begini ini yang suka kayaknya, udah ada masalah baru deh ribut, g pernah mau mengantisipasi, g di istina g dirumah pribadi, kalau masalah bagi zakat, sedekah, ada aja yg modar, ada aja yang pingsan,,g tau ni mana yang salah, apakah pengaturannya atau memang masyarakatnya yang g mau ngantri dan lebih suka berdesak-desakkan, hobi masyarakat Indonesia kali yang g mau tertib..nasib-nasib...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • sammy » 0 Tanggapan
    Pemimpin mbok ya yang bijaksana.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • gareng » 0 Tanggapan
    komentar kok asal njeplak,..hanya didasari sentimen,..dimana2 ya wajar kalo pengamanan presiden ketat,memangnya pak RT apa,..kok disuruh sebebas2nya nemuin orang bgitu banyak,klo yg mau ketemu presiden mau diatur gak bakalan kejadian kayak gitu..komentar kok sukanya hanya sebatas mau njatuhkan orang lain,..makin lama kok makin banyak orang bodoh pura2 pintar di negeri ini????
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Roro » 0 Tanggapan
    Polisinya pada kemana kok gak pada jaga Bang....
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.