tragedi sukhoi

AS & RI Disarankan Bangun Diplomasi Lintas Agama

Rizka Diputra - Okezone
Kamis, 16 September 2010 07:01 wib
Ilustrasi (Foto Koran SI)
Ilustrasi (Foto Koran SI)

JAKARTA- Meski menuai protes dari dunia internasional, aksi pembakaran Alquran tetap dilakukan. Aksi pembakaran terhadap kitab suci umat Islam itu dinilai sebagai bentuk penghinaan yang tidak bisa dibenarkan dalam kerangka hukum dan hak asasi manusia.

Itu karena perintah hukum dan HAM sendiri adalah menjamin semua agama dan keyakinan, Bukan menjatuhkan dan melemahkan sehingga menimbulkan konflik horisontal.

“Radikalisme gaya Terry Jones menegaskan bahwa berbagai praktik diskriminasi, intoleransi, dan kebencian antar agama tidak bisa diselesaikan dengan cara-cara kekerasan melainkan harus dengan dialog,” demikian tulis Ketua Setara Institute, Hendardi dalam rilis yang diterima okezone, Kamis (16/9/2010).

Kendati berdasarkan amandemen pertama Konstitusi AS pembakaran Alquran bukan sesuatu pelanggaran hukum dan AS sendiri tidak mengenal hate crime, namun peristiwa pembakaran Alquran di AS merupakan peringatan serius bagi pemerintah AS dibawah kepemimpinan Presiden Barack Obama.

“Dan peringatan bagi dunia untuk membangun dialog konstruktif, mengembangkan kerukunan, dan memberikan jaminan utuh kebebasan beragama. Dengan memberikan kebebasan beragama dan berkeyakinan maka segala bentuk diskriminasi dan intoleransi bisa dihapuskan dan menjadikan semua agama dan keyakinan bebas hidup dan setara,” paparnya.

Dia menambahkan, kekerasan yang menjadi pilihan politik negara untuk menyeragamkan warga negara dalam wadah ‘agama-agama resmi’ hanya akan menimbulkan radikalisme yang destruktif bagi jaminan kebebasan beragama dan berkeyakinan.

“AS dan Indonesia harus sungguh-sungguh membangun dialog dan mengembangkan diplomasi lintas agama untuk memperkuat perdamaian dunia. Berbagai aksi kekerasan terhadap jemaat Kristiani dan Ahmadiyah di Indonesia justru akan menjadi pintu munculnya radikalisme dan militansi sekelompok kecil umat,” pungkasnya.

Seperti diketahui, kecaman terhadap Pastor Terry Jones untuk tidak membakar Alquran terbukti efektif mengurungkan niat kontroversinya. Namun, hal itu tidak berlaku bagi dua orang Pendeta di Springlfield, AS. Kedua pendeta itu membakar kitab suci umat Islam, dalam rangka merayakan pada peringatan 11 September (911) lalu.

Aksi kontroversi ini dilakukan oleh Pendeta Bob Old dan Pendeta Danny Allen, pada Minggu 12 September lalu,di halaman belakang rumah Pendeta Bob. Padahal, sebelumnya Presiden Amerika Barack Obama telah meminta agar aksi ini dibatalkan.
(ful)