BOGOR - Pembakaran Alquran yang dilakukan pendeta di Amerika Serikat mendapat kecaman dari 15.000 santri Pondok Pesantren Alasriyyah Nurul Iman, Parung, Bogor.
Dalam aksinya, para santri ini mengusung empat buah Alquran terbesar sambil berkeliling masjid sebagai simbol perlawanan. Selain berkeliling masjid, para santri juga mengaji Alquran. Merela mengaku tidak takut akan pembakaran Alquran, karena mereka sudah bisa menghapalnya sebanyak tiga puluh juz.
Pimpinan Ponpes Alasriyyah Nurul Iman Habib Sagaf mengimbau umat Islam tidak terpancing dengan aksi pembangkaran Alquran. "Umat Islam harus bersikap bijaksana menanggapinya," tandasnya, Kamis (16/9/2010).
Sekadar diketahui, kecaman kepada Pastor Terry Jones untuk tidak membakar Alquran terbukti efektif mengurungkan niat kontroversinya. Tetapi hal itu tidak berlaku terhadap dua orang pendeta di Springlfield. Kedua pendeta itu membakar kitab suci umat Islam, dalam rangka merayakan tragedi 11 September (911) lalu.
Aksi kontroversi ini dilakukan oleh Pendeta Bob Old dan Pendeta Danny Allen, Minggu 12 September lalu, di halaman belakang rumah Pendeta Bob. Padahal, sebelumnya Presiden Amerika Barack Obama telah meminta agar aksi ini dibatalkan.
(Dadan Muhammad Ramdan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.