tragedi sukhoi

Keraton Kasepuhan Dukung Pembentukan Provinsi Cirebon

Minggu, 19 September 2010 19:33 wib
Ilustrasi (Wordpress)
Ilustrasi (Wordpress)

CIREBON- Sultan Sepuh XIV Raja Arief Natadiningrat mendukung pembentukan Provinsi Cirebon.

"Dukungan terhadap pembentukan Provinsi Cirebon dikarenakan adanya dukungan dari 81 persen masyarakat Cirebon," ujarnya saat acara silaturahmi dan halal bihalal dengan Paguyuban Sedulur Cirebon bersama 15 perwakilan wilayah Cirebon di bangsal pagelaran Keraton Kasepuhan Cirebon.

Dalam kesempatan tersebut sultan juga membacakan pernyataan sikap yang berisi dukungan terhadap pembentukan Provinsi Cirebon. Antara lalin  membantu dan memfasilitasi proses pembentukan Provinsi Cirebon. Sultan juga setuju jika Kota Cirebon dijadikan sebagai calon ibu kota provinsi.

"Artinya ini merupakan amanah dari masyarakat yang juga harus dijalankan oleh pihak keraton," ujarnya.

Ia berharap dengan pembentukan provinsi baru tersebut, kehidupan masyarakat Cirebon menjadi lebih baik. Contohnya mempermudah urusan administrasi yang selama ini harus dilakukan di Bandung. "Pembentukan provinsi baru harus demi kesejahtraan masyarakat," tegasnya.

Salah satu elemen masyarakat yang mendukung pembentukan Provinsi Cirebon adalah Paguyuban Sedulur Cirebon yang diketuai Rohmin Dahuri, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan. Rohmin menilai pembentukan Provinsi Cirebon tepat dikarenakan Cirebon sudah layak untuk dimekarkan menjadi provinsi terpisah dari Jabar. 
"Hasil kajian pembentukan Provinsi Cirebon pun sudah dilakukan lebih dari 3 tahun pembentukan provinsi Cirebon memang sudah layak," ujarnya.

Menurut Rohmin, wilayah Cirebon memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi sebuah provinsi. Diantaranya sudah memiliki sumber dana total Rp 9,4 triliun yang berasal dari APBD 4 kabupaten dan 1 kota di wilayah Cirebon, DAU, serta pendapatan dari perusahaan daerah, BUMN, BUMD, investor serta sektor pariwisata. 
(Ibnu/Koran SI/crl)

  • Yngwie » 0 Tanggapan
    Adakah kemungkinan kerelaan untuk mengembalikan tempat tinggal keluarga putri Ong tin nio atau kasepuhan kepada pewarisnya...yang kemungkinan ulang tahun kota Jakarta 22 Juni 1527 bukan hanya sekedar mitos belaka..walau pewarisnya bukan dari Cirebon.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Tresna Widya » 0 Tanggapan
    Apakah Pak Rohiman sdh bebas sbg terpidana kasus korupsi
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Arie » 0 Tanggapan
    Kalau misalnya Cirebon menjadi Provinsi, lalu apakah kabupaten disekitarnya ikut tergabung dalam provinsi itu? seperti, Indramayu, Kuningan, dll..
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.