8 Mahasiswa Asing dari 5 Negara Belajar di Unsri

Ilustrasi: kumpulan mahasiswa dari berbagai negara (Foto:Rifa/okezone)

8 Mahasiswa Asing dari 5 Negara Belajar di Unsri
PALEMBANG – Sedikitnya delapan mahasiswa asing dari berbagai negara mengikuti program Darmasiswa 2010/2011 di Universitas Sriwijaya (Unsri). Para mahasiswa ini akan mempelajari budaya dan bahasa Indonesia selama satu tahun penuh.

Pembantu Dekan (PD) I Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsri Mulyadi Eko Purnomo mengatakan, Darmasiswa merupakan program beasiswa pemerintah Indonesia bagi para mahasiswa asing. Tujuannya, mempromosikan dan meningkatkan minat para pemuda dan mahasiswa asing terhadap bahasa dan budaya di Indonesia. Pada 1974, program ini hanya diperuntukkan bagi para mahasiswa dari negara-negara ASEAN.

Namun, pada 1990, program ini diperluas dengan menyertakan para mahasiswa dari berbagai negara lainnya. Para perwakilan mahasiswa ini, dapat memilih untuk belajar di salah satu perguruan tinggi negeri (PTN) yang ada di Indonesia, termasuk Unsri. "Di Unsri, program ini sudah berlangsung sejak 2006. Tercatat, hingga saat ini jumlah alumni sudah sebanyak 14 orang," ujar Mulyadi di Palembang kemarin.

Tahun ini, lanjut Mulyadi, Unsri menerima delapan mahasiswa asing dari lima negara. Masing-masing dua orang dari Bangladesh, dua orang dari Thailand, dua orang dari Jepang, satu orang dari Kamboja, dan satu orang dari Polandia.

Untuk saat ini, program Darmasiswa di Unsri hanya dibuka untuk jurusan sastra dan bahasa Indonesia. Sebagai langkah awal, para mahasiswa asing ini harus masuk kelas persiapan selama tiga bulan. Selanjutnya, setelah kemampuan adaptasi dan bahasa Indonesia sudah cukup baik, mereka akan bergabung bersama mahasiswa lain dalam kelas reguler. Selama di Indonesia, para mahasiswa ini akan diberikan penginapan dan biaya hidup sebesar Rp1,5 juta per bulan.

Peserta program Darmasiswa asal Jepang, Saki Morimoto, menuturkan, dia sangat senang bisa mengikuti program Darmasiswa ini. Sebab, selain dapat belajar bahasa dan kebudayaan setempat, dia juga bisa melakukan perjalanan ke beberapa daerah terdekat.

"Ini kesempatan yang baik, saya bisa belajar dan mengenal orang Indonesia, orang Palembang. Kehidupan sosial masyarakatnya, makanannya, dan mereka cantik-cantik,” ucap Morimoto dengan bahasa Indonesia yang terbata-bata. (Febria Astuti/sindo) (rhs)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Tolak Turis Asing, Korut Siaga Ebola