SBY Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila Pagi Ini

SBY Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila Pagi Ini
JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menjadi inspektur upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Pondok Gede, Jakarta Timur pukul 08.00 pagi ini, Jumat (1/10/2010).
 
Menurut informasi yang dihimpun Okezone, Presiden Yudhoyono akan didampingi Wakil Presiden Boediono, Ibu Negara Ny Ani Yudhoyono dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu II serta keluarga korban peristiwa Gerakan 30 September 1965.
 
Usai upacara tersebut, Presiden dan Wakil Presiden akan melaksanakan Salat Jumat bersama sekaligus meresmikan Masjid Baiturrahim di Istana Negara.
 
Berdasarkan catatan Okezone, upacara Hari Kesaktian Pancasila merupakan agenda rutin kenegaraan. Pada tahun 2008, Presiden memimpin renungan suci pada malam pukul 24.00 tanggal 30 September karena keesokan harinya bertepatan dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri.
 
Sementara pada tahun 2009, upacara dipimpin Wakil Presiden Jusuf Kalla karena Presiden sedang dalam perjalanan dinas ke Amerika Serikat. Pada masa pemerintahan Soeharto, masyarakat selalu disuguhi film Pengkhiantan Pemberontakan G30S/PKI di TVRI. Namun, pada era reformasi tayangangan tersebut dihentikan seiring dengan munculnya penelitian dan gugatan sebagian sejarawan mengenai sejarah peristiwa tersebut.
 
Pada tahun 2008, Sejarawan LIPI Asvi Warman Adam di Harian Seputar Indonesia menulis, Presiden tidak wajib ke Lubang Buaya. Sebagai jalan keluar, ia memberikan tiga usul. Pertama, menggeser peringatan tersebut bila dimaksudkan mengenang tujuh pahlawan revolusi pada 10 November.
 
Jenazah ketujuh orang itu telah dimakamkan di Taman Pahlawan Kalibata pada 5 Oktober 1965. Semuanya sudah diangkat sebagai pahlawan nasional. Karena itu selayaknya mereka dikenang bersamaan dengan pejuang lainnya justru pada peringatan Hari Pahlawan.

Kedua, bila aspek kehebatan Pancasila yang ingin ditonjolkan lebih tepat bila upacara tersebut digabungkan dengan peringatan lahirnya Pancasila, tiap 1 Juni.
 
Ketiga, seandainya ingin tetap mempertahankan tempat dan tanggal yang sama (1 Oktober di Lubang Buaya), seyogianya acara itu dipimpin oleh Panglima TNI, bukan oleh Presiden, sesuai dengan Keputusan Menteri Utama bidang Pertahanan dan Keamanan Jenderal Soeharto tertanggal 29 September 1966. (abe)
(hri)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Minibus Terbakar di Tol Merak, Penumpang Kocar- kacir