Ambil Alih Unwin, ITB Berpedoman pada PKS

|

Salah satu sudut kampus Unwim, Jatinangor (istimewa)

Ambil Alih Unwin, ITB Berpedoman pada PKS
BANDUNG – Institut Teknologi Bandung (ITB) tetap mengambil alih hak pengelolaan seluruh aset tiga kampus Universitas Winaya Mukti (Unwim) milik Pemprov Jawa Barat.

Rektor ITB Akhmaloka menegaskan, pihaknya mengacu pada perjanjian kerja sama (PKS) yang ditandatangani Pemprov Jabar dan ITB dua tahun silam. Pada PKS tersebut, pemprov menyerahkan hak kelola aset berupa tanah 497.125 M2 di Jatinangor, Kabupaten Sumedang; tanah 6.410 M2 di Tanjung Sari, Sumedang; serta tanah seluas 1.000 M2 plus bangunan di Jalan Pahlawan, Kota Bandung, kepada ITB.

“Jika kami tidak mengacu pada PKS, ya itu salah namanya,” kata Akhmaloka kemarin.

Diketahui, Unwim terancam tidak memiliki gedung untuk kegiatan perkuliahan dan administrasi, setelah terbit surat keputusan (SK) Rektor ITB yang menyatakan Unwim sudah harus menanggalkan aset-asetnya pada akhir Desember 2010. Pihak Unwim berharap ITB dan Pemprov Jabar menyisakan sebagian aset yang dikerjasamakan untuk tempat kegiatan kampus atau Unwim berharap ITB tidak mengambil seluruh aset.

“Kami di sini hanya sebagai pengelola aset, bukan pemilik. Kami tidak memiliki kewenangan untuk membagikan hak kelola aset kepada pihak lain,” papar Akhmaloka.

Soal terancamnya Unwim menjadi tunakampus,dia enggan berkomentar jauh. “Mereka pernah bilang memiliki kampus di Jalan Turangga, Kota Bandung. Jadi, saya rasa (Unwim) masih punya (gedung),” katanya.

Pastinya, ITB tetap mengembangkan tiga kampus tersebut sesuai hak kelola yang diserahkan oleh Pemprov Jabar. “Jika memang berencana memohon menyisakan aset, permohonan ditujukan ke pemilik, dalam hal ini Pemprov Jabar,”jelas Akhmaloka.

Terkait integrasi dosen Unwim menjadi dosen atau karyawan ITB, dia mengaku belum mengetahui jumlah yang telah menyatakan kesiapannya. Menurut ahli kimia ini, integrasi tidak selalu menjadikan dosen Unwim beralih menjadi dosen lagi di ITB. Namun, ITB menetapkan standar yang harus dipenuhi, salah satunya usia dosen. “Jika hampir memasuki tahap pensiun, kami akan pertimbangkan yang bersangkutan untuk menduduki posisi selain dosen, misalnya menjadi karyawan kampus ITB atau peneliti,” ujarnya.

Sementara, Asisten III Setda Pemprov Jabar Aip Rivai belum bisa dimintai komentarnya. Telepon selulernya tidak diangkat saat menghubunginya, kemarin.

Sekadar mengingatkan, ITB resmi mengambil alih status pengelolaan Unwim dari Pemprov Jabar sejak awal tahun ini. ITB dan pemprov menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) hak pengelolaan yang diserahkan pemprov kepada ITB.

Untuk itu, hak pengelolaan tiga kampus Unwim sepenuhnya milik ITB. Masa transisi pengalihan sendiri hingga 2012. Sementara hak pengelolaan ITB hingga 30 tahun sejak tahun ini. Melalui surat keputusan Gubernur Jabar, pemprov menyerahkan pengelolaan Unwim ke ITB. Sebab, Unwim dinilai terus merugi, padahal sejak 2006 biaya operasional Unwim dibebankan pada APBD Jabar. Setiap tahunnya hingga 2009 lalu, Pemprov Jabar mengalokasikan Rp8 miliar. (Krisiandi Sacawisastra/sindo) (rhs)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Asal Muasal Bahasa Madura yang Kini Mulai Luntur