tragedi sukhoi

Gudang Dibobol Maling, Rp 1,6 Miliar Amblas

Nurul Arifin - Okezone
Senin, 18 Oktober 2010 22:08 wib
TKP Pencurian (Foto: Arifin/Okezone)
TKP Pencurian (Foto: Arifin/Okezone)

SURABAYA- Gudang palawija milik PT Kartika export di kawasan pergudangan Margomulyo Permai Blok AG-18 Surabaya, Jawa Timur, dibobol maling. Akibatnya, pemilik menderita kerugian senilai Rp 1,6 Miliar.

Diduga pelaku merupakan orang dalam. Sebab, barang-barang yang hilang adalah rempah-rempah yang memiliki harga tinggi.

Menurut Ivan Cahyono, Manager Gudang, kejadian itu diperkirakan berlangsung pada Minggu (17/10/2010) dini hari. Saat itu kondisi di sekitar gudang sedang sepi, sebab sejumlah pekerja di gudang sedang libur. Usai menggasak isi gudang, pelaku langsung kabur dan menutup pintu gudang kembali.

Baru pada Senin (18/10/2010), Sahid salah satu mandor di tempat tersebut mengetahui bahwa kunci gudang tersebut rusak. Kontan saja, pekerja asal Kalianyar ini kaget dan melapor ke manajer. Setelah diperiksa ternyata sebanyak 662 karung berhasil digondol maling.

Jumlah tersebut terdiri dari, 271 karung kencur, 334 Pala dan 47 karung cabe jamu. "Pencuri lebih dari satu orang, karena membawa barang sebanyak itu dan diperkirakan menggunakan kendaraan," kata Ivan yang ditemui dilokasi kejadian.

Sejumlah petugas kepolisian yang datang langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Menurut Kapolsek Asemrowo, AKP Dolly A Primanto, pelaku menggunakan modus dengan cara merusak kunci gudang menggunakan Las Astelin. Usai merusak kunci tersebut, kemudian masuk kedalam gudang. Diduga pelaku lebih dari satu orang. Hal itu berdasarkan pertimbangan banyaknya barang yang hilang.

Langkah selanjutnya petugas melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi. "Jika dilihat pelaku sangat menguasai wilayah ini, terbukti dengan barang-barang yang diambil merupakan barang yang memiliki harga tinggi dan tidak bisa dijual sembarangan," kata Dolly.

Ia juga mengungkapkan, tak jauh dari gudang tersebut sudah dipasang kamera tersembunyi atau CCTV. "CCTV itu akan kita periksa bersama sejumlah saksi dan dalam waktu dekat pelaku pasti tertangkap," ujarnya.
(ful)