SUMENEP - Ikan paus sepanjang 20 meter, terdampar di Kepulauan Giliyang, tepatnya di Desa Banraas, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep.
Praktis, adanya bangkai ikan tersebut menjadi tontonan warga setempat.
Kepala Desa Banraas, Masdawi menyatakan, ikan paus tersebut terdampar dan ditemukan dalam kondisi sudah mati, oleh nelayan setempat. Posisi ikan membujur ke arah selatan, dengan lebar sekira empat meter dan panjang enam meter.
"Awalnya, warga tidak ada yang berani menyentuh karena khawatir masih hidup. Sekarang malah menjadi tontotan, dilihat dari dekat, ujarnya," ujarnya, Kamis (21/10/2010).
Masdawi menjelaskan, warga sepakat untuk tidak memindahkan atau mengubur ikan paus tersebut. Sebaliknya, warga malah membiarkan ikan paus itu mati dan membusuk di lokasi. Bila air pasang, warga yakin ikan tersebut akan terseret ombak dan bakal hilang.
Di sisi lain, Masdawi menerangkan, ada keyakinan dari warga setempat, bahwa dengan terdamparnya ikan paus berukuran besar tersebut, sebagai pertanda bakal akan ada musibah besar. Untuk itu, warga sekitar akan melakukan ritual keselamatan berupa rokat tasek.
"Sejauh ini, hanya sebatas dilihat saja dan tidak ada yang berani menyentuh, takut terjadi apa-apa," ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang nelayan setempat, Alwi, menjelaskan, keberadaan ikan paus yang terdampar tersebut, malah menyusahkan nelayan yang ada di Desa Banraas, Pulau Giliyang. Selain sudah mulai mengeluarkan aroma bau busuk, juga berpengaruh pada hasil tangkapan.
Dia berharap, ikan paus sudah dibuang atau dipindahkan. Bila tidak segera dibuang, dia mengaku seluruh warga akan terkena bau bangkai, bercampur aroma amis ikan tersebut.
"Baunya mengganggu hampir separuh warga Pulau Giliyang. Kalau sampai besok tidak dibuang, dipastikan bau bangkai ikan paus akan merebak ke seluruh rumah warga," ungkapnya.
(Lamtiur Kristin Natalia Malau)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.