tragedi sukhoi

NEWS » Fokus

Jakarta Macet (1)

Upaya Mengurai Kemacetan

Senin, 1 November 2010 13:03 wib

MASALAH kemacetan masih menjadi pekerjaan rumah Pemprov DKI Jakarta. Berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi masalah ini, mulai mengaktifkan busway koridor IX dan X hingga perbaikan sistem drainase.

Sedangkan Polda Metro Jaya rencananya akan menggelar Operasi Zebra untuk menertibkan angkutan umum yang membandel. Juru Bicara Gubernur DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia menjelaskan, untuk mengatasi masalah kemacetan jangka pendek, Pemprov DKI Jakarta akan mengaktifkan koridor IX dan X. Kedua koridor yang kondisinya rusak parah akibat terbengkalai ini dapat dipastikan beroperasi pada akhir Desember 2010. ”Sedangkan untuk jangka panjang, pada 2012 akan kembali ditambah menjadi 12 koridor,” ungkapnya. Dari pantauan, di sepanjang koridor IX dan X, banyak sekali sarana infrastruktur yang rusak parah. Akibat tidak kunjung beroperasi, shelter dan separator menjadi sasaran aksi pencurian.

Pemprov terpaksa menggelontorkan dana sekitar Rp4,7 miliar untuk revitalisasi infrastruktur yang rusak tersebut. Selain itu, Pemprov juga akan meluaskan sterilisasi titik jalur busway yang ada. Sejak Agustus hingga saat ini sterilisasi baru dilakukan di empat titik, yakni koridor 1 jurusan Blok M–Kota, koridor 3 jurusan Kalideres–Harmoni, koridor 5 jurusan Kampung Melayu– Ancol, serta koridor 6 jurusan Ragunan–Harmoni. Selain itu, Pemprov juga akan menutup sejumlah putaran (U Turn) yang kerap menjadi sumber kemacetan. Kajian bersama akan dilakukan Dinas Perhubungan dan Direktorat Lantas Polda Metro Jaya. Langkah lain adalah menaikkan tarif parkir on street (bahu jalan) yang ditengarai kerap menyebabkan kemacetan.

”Tarif parkir on street dinaikkan agar berkurang penggunaannya,diharapkan jalur tersebut kembali berfungsi,” ungkapnya kemarin. Dinas PU DKI Jakarta juga akan melakukan pengerukan kali dan perbaikan sistem drainase di Ibu Kota. Drainase yang lama tidak dinormalkan ini sering kali menjadi penyebab lumpuhnya lalu lintas setiap kali turun hujan. Untuk normalisasi atau pengerukan kali, dilakukan di Kali Krukut dan Kali Pesanggrahan di Jakarta Selatan dan Kali Grogol di Jakarta Barat. Polda Metro Jaya bulan depan rencananya akan menggelar Operasi Zebra dalam rangka mengatasi kesemrawutan lalu lintas di wilayah Ibu Kota.

Operasi ini fokus bertujuan menertibkan kendaraan umum yang sering ngetem di sembarang tempat dan menyebabkan kemacetan. Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Sutarman menjelaskan, jajarannya akan melakukan penertiban bagi angkot-angkot yang ngetem di pinggir jalan. Termasuk juga di antaranya kendaraan yang parkir di sembarangan tempat, seperti badan jalan.”Kita sudah merencanakan untuk melaksanakan Operasi Zebra yang akan digelar bulan depan,salah satu agendanya adalah melakukan penindakan terhadap angkutan umum liar yang ngetem maupun menurunkan penumpang di sembarang titik,” tegasnya dalam acara serah terima jabatan Direktur Lalu Lintas yang baru dan Direktur Samapta Polda Metro Jaya,kemarin.

Diharapkan tindakan tegas terhadap angkutan umum yang tidak tertib itu dapat membuat wajah lalu lintas di Ibu Kota semakin manusiawi. Sutarman menambahkan, memecahkan masalah kemacetan di Jakarta harus ada langkah terpadu antara Ibu Kota dan provinsi di sekitar Ibu Kota, seperti Jawa Barat dan Banten. Hal ini karena banyak juga warga dari kota tetangga seperti Tangerang, Serang, Bekasi, ataupun Depok setiap harinya keluar-masuk wilayah Jakarta. Sebagai bentuk konkretnya, perlu adanya tindakan pemerintah daerah setempat dalam memaksimalkan angkutan massal seperti kereta api, busway, maupun bus penunjang dari lokasi pelosok ke jalur angkutan massa menuju Ibu Kota.

Communications Specialist Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Ratna Yunita menjelaskan, perbaikan sistem moda angkutan umum adalah langkah utama menyelesaikan masalah kemacetan di Jakarta, termasuk menambah pilihan masyarakat terhadap moda transportasi publik. ”Masyarakat dapat memilih transportasinya sendiri, tidak mengandalkan satu moda saja,” ungkapnya. Sistem transportasi yang memadai, aman dan nyaman, juga sangat diperlukan untuk menunjang produktivitas masyarakat perkotaan.” Saat ini agenda rapat siang hari sudah mulai ditinggalkan karena kepadatan lalu lintas,”ujarnya. Selain itu, sistem transportasi perlu memiliki waktu tempuh yang pasti untuk menambah produktivitas masyarakat perkotaan yang mobilitasnya sangat tinggi.

Untuk sarana Transjakarta, penambahan koridor mutlak segera dilakukan Pemprov. ”Perlu juga dipikirkan penambahan feeder atau sarana transportasi pendukung, karena moda Transjakarta kurang efektif bila tidak memiliki feeder atau pengumpan busway yang banyak,” lanjutnya.
(Koran SI/Koran SI/mbs)