Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Warga Daerah Rawan Bencana Ditawari Transmigrasi

Insaf Albert Tarigan , Jurnalis-Sabtu, 06 November 2010 |17:26 WIB
Warga Daerah Rawan Bencana Ditawari Transmigrasi
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah menawarkan transmigrasi bagi warga yang tinggal di daerah rawan bencana, seperti di lereng Gunung Merapi dan Kepulauan Mentawai. Daerah tujuan transmigrasi yang ditawarkan antara lain di Provinsi Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Barat.  
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengatakan, tawaran transmigrasi tersebut bersifat terbuka dan tidak memaksa. Dia juga merupakan program jangka panjang yang baru akan dilaksanakan pada semester pertama tahun depan.
 
“Kami sudah bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyusun dan menyempurnakan program ini, ada dua model. Untuk jangka pendek bersifat lokal, misalkan memindahkan masyarakat Mentawai ke lokasi yang juga masih berada di Sumatera Barat, penduduk di sekitar Merapi ke daerah Gunung Kidul,” kata Muhaimin kepada wartawan di kantor DPP PKB, Jakarta, Sabtu (6/11/2010).
 
Muhaimin mengatakan, pemerintah menyadari kompleksitas pemindahan penduduk karena menyangkut aspek kultural dan juga ekonomi. Oleh karena itu, selain tak dipaksakan, pemerintah juga mencari daerah yang sesuai dengan latar belakang calon transmigran.
 
Adapun fasilitas yang disediakan pemerintah di daerah tujuan transmigrasi adalah 1 rumah, 2 hektare lahan dan biaya hidup selama setahun ditambah pemberian keterampilan agar bisa beradaptasi dengan daerah baru.
 
“Bagi yang tertarik bisa menghubungi dinas setempat,” ujarnya.

(Lusi Catur Mahgriefie)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement