Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bangunan Toko Roboh, 1 Tewas 9 Luka Parah

Asep Supiandi , Jurnalis-Rabu, 08 Desember 2010 |15:40 WIB
Bangunan Toko Roboh, 1 Tewas 9 Luka Parah
ilustrasi
A
A
A

PURWAKARTA – Tiga bangunan toko di Kampung Cipulus RT 07/01 Desa Nagrog, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, roboh. Akibatnya, satu orang tewas serta sembilan lainnya mengamali luka-luka.
 
Peristiwa ini sempat menggegerkan warga setempat lantaran terjadi tanpa diketahui penyebab robohnya bangunan tersebut.
 
Korban tewas bernama Iing Nurkoyim (28), warga RT 02/01, Desa Nagrog, ditemukan warga dalam kondisi mengenaskan. Tubuhnya tertimbun reruntuhan beton di bawah jurang sedalam empat meter.
 
Sembilan korban lainnya, masing-masing, Risma (16), Asep (20), Yuliani (17), Ujang (18), Lilis (40), Yeti (30), Irna (31), Iwan alias Beri (29), serta Asep Masud (26). Mereka harus mendapat perawatan intensif di Puskesmas Wanayasa. Sedangkan dua korban di antaranya, yakni Risma dan Lilis terpaksa harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Bayu Asih lantaran luka yang diderita terbilang parah.
 
Selain menimbulkan korban jiwa, dua unit sepeda motor masing-masing merek Honda Grand Star Nopol D4767 XW, dan Honda 70 Nopol D4167 XW mengalami kerusakan lantaran ikut tertimbun reuntuhan beton. Aparat desa setempat belum bisa memastikan kerugian materil yang ditimbulkan. Namun ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
 
Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun di lokasi kejadian, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB, kebetulan ketiga bangunan masing-masing counter ponsel, kios buah-buahan, serta toko perabotan rumah tangga sedang dipenuhi pembeli. Korban tewas kala itu sedang mengobrol di caounter ponsel milik Beri yang tidak bukan masih kerabatnya.
 
Begitu pula sembilan korban lainnya yang sama-sama berada di dalam bangunan itu tidak menyangka jika bakal mengalami peritiwa tragis. Tiba-tiba bangunan yang tepat berada di bibir Sungai Ceherang itu, pondasinya mengalami retak karena tidak kuat menahan beban berat di atasnya.
Seluruh bangunan pun akhirnya ambruk dan masuk kedalam jurang sedalam empat meter hingga menimbulkan suara gemuruh cukup besar.
 
“Kita langsung mendatangi lokasi dan mengecek dari peristiwa ini. Saya sendiri tidak tahu persis penyebabnya apa. Namun jika dilihat dari bentuk bangunannya memang sangat rawan ambruk. Bisa dilihat dari posisi bangunan yang tepat di bibir sungai,”ujar Sekdes Nagrog Muhammad Nur.
 
Sementara itu, anggota kepolisian Polsek Wanayasa sudah tiba di TKP dan memasang garis polisi di sepanjang reruntuhan bangunan. Mereka dibantu warga terlihat sibuk mengevakuasi korban serta mengamankan barang-barang yang masih bisa diselamatkan.
 
Kapolsek Wanayasa AKP Edi Prayitno mengatakan, peristiwa itu diduga akibat pondasi tidak kuat menahan beban sehingga menimbulkan seluruh bangunan ambruk. Pihaknya pun masih terus melakukan penyelidikan untuk memastikan atas dugaan tersebut.
 
“Kita sudah mengevakuasi para korban ke Puskesmas. Kami juga mengimbau agar warga agar selalu mengecek pondasi rumahnya, terutama yang berada di sepanjang aliran sungai,” kata Edi.
 

(TB Ardi Januar)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement