JAKARTA - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Indonesia menggelar aksi demo memperingati Hari Antikorupsi Sedunia di depan Istana Negara, Jakarta, Kamis (9/12/2010) sore.
Selain berorasi, ratusan mahasiswa ini juga melakukan aksi teatrikal yang menggambarkan lemahnya pemerintah dalam menuntaskan kasus-kasus korupsi di Indonesia.
Tampak satu orang yang berperan sebagai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tengah menerima uang dari Gayus Tambunan. Di sampingnya terdapat tiga orang yang dikurung dalam keranda. Tiga orang itu adalah replika Kapolri Jenderal Timur Pradop, Ketua KPK BUsyro Muqoddas, dan Jaksa Agung Basrief Arief, yang mulutnya disumpal dengan uang.
Menurut koordinator aksi Lutfhan Jatnika, aksi yang mereka lakukan bertujuan untuk menekan pemerintah agar dapat menyelesaikan kasus-kasus korupsi. “Kasus Gayus yang tadinya kecil kini menjadi besar. Padahal kasus besar seperti Bank Centuri dan kasus BLBI belum juga bisa dituntaskan,” jelas mahasiswa Univeritas Padjadjaran (Unpad) ini.
Dalam aksinya mereka juga membawa spanduk besar bertuliskan “Tuntaskan kasus korupsi sebagai kepastian tegaknya supremasi hukum di Indonesia”.
Para mahasiwa yang berasal dari BEM yang ada di Jawa Barat dan Jabodetabek ini juga menuntut tiga pimpinan baru di KPK, Kejaksaan, dan Polri untuk serius menyelesaikan kasus korupsi, seprti kasus Bank Century, pemilihan Deputi Gubernur Bank Indonesia dan korupsi pajak.
"Kami mengutuk keras dakwaan gratifikasi pada kasus Gayus. Seharuskanya Gayus dikenakan pasal suap, karena gratifikasi yang bersalah hanya Gayus dan tidak akan menyeret para penyuap seperti perusahaan-perusahaan grup Bakrie,” desaknya.
(Dede Suryana)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.