Warga Disabilitas di DKI Masih Terabaikan

|

Ilustrasi (Foto: noviavalentina.blogspot.com)

Warga Disabilitas di DKI Masih Terabaikan

JAKARTA - Puluhan ribu warga disabilitas atau berkebutuhan khusus atau penyandang cacat di wilayah DKI Jakarta masih merasa terabaikan haknya sebagai warga Ibukota.

 

Sebagian mereka menganggap warga dan infrastrukturnya masih mendiskriminasikan mereka. Untuk mengatasi hal tersebut, Pemprov DKI Jakarta akan menyusun peraturan daerah (Perda) tentang disabilitas.

 

Menurut Made Adi Gunawan, penyandang tunanetra dari Yayasan Tuna Netra Muslim Indonesia, saat ini memang Pemprov DKI Jakarta terbilang terlambat memperhatikan warga berkebutuhan khusus.

 

“Namun lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali,” terangnya pada Hari Internasional Penyandang Cacat (Hipenca) DKI Jakarta, di Sasono Langgeng Budoyo, TMII, Jakarta Timur, Selasa (14/12/2010).

 

Penyandang tuna netra sekaligus lulusan S2 Administrasi Negara UI ini mengaku masih sulit mencari pekerjaan. Dia menjelaskan warga disabilitas masih dikesampingkan termasuk saat naik Bus TransJakarta, salah satu fasilitas umum di Ibukota.

 

Sarana transportasi umum ini belum seluruhnya memiliki pemberitahuan melalui pengeras suara. Sehingga cukup sulit bagi mereka yang tidak mengetahui sudah berada di halte mana. Masih banyak halte yang menyulitkan penyandang tuna daksa (cacat lumpuh) karena tidak memiliki bidang miring.

 

“Banyak halte yang masih menggunakan tangga,” lanjut lulusan S1 hukum Universitas Nasional (Unas) ini.

 

Meski Bus TransJ memiliki tempat duduk khusus bagi penumpang disabilitas, namun dia mengalami sendiri kalau warga Jakarta masih enggan memberikan tempat itu kepada yang lebih membutuhkan. Masih banyak contoh lain yang menunjukan bahwa puluhan ribu warga disabilitas di Jakarta masih dikesampingkan. Baik oleh lingkungan maupun oleh infrastruktur kotanya.

(lam)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Jokowi Kembali ke Jakarta Usai dari Kupang