KY Dukung KPK Telusuri Kekayaan Hakim

Kamis, 16 Desember 2010 16:42 wib | Iman Rosidi - Trijaya

Busyro Muqoddas Busyro Muqoddas JAKARTA- Komisi Yudisial mendukung komitmen Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqodas yang akan memeriksa kekayaan penyelenggara negara, termasuk kekayaan hakim yang mencurigakan.  
“Konteksnya adalah seluruh penyelenggara negara. Saya tidak menunjuk orang atau pihak tertentu,” kata Komisioner bidang Hubungan Antarlembaga Komisi Yudisial (KY) Soekotjo Soeparto di Jakarta, Kamis (16/12/2010).
 
Kendati demikian, Soekotjo membantah dukungannya itu dimaksudkan untuk membidik pihak tertentu, salah satunya mantan Panitera Mahkamah Agung Sareh Wiyono (kini menjabat Ketua Pengadilan Tinggi Semarang), sebagai pihak yang dimaksud perlu ditelusuri kekayaannya.
 
Berdasarkan catatan, Sareh telah melakukan klarifikasi atas kepemilikan harta kekayaannya saat seleksi calon hakim agung tahap wawancara di KY, Jumat 2 Oktober 2009 silam.
 
Sareh menjelaskan, sejumlah harta yang disebutkan miliknya adalah bukan milik dia sepenuhnya. Kata dia, sebagian besar adalah milik anak-anaknya yang sudah dituntut untuk mandiri sejak kecil. Bahkan, dia mengatakan, KPK tidak meminta laporan harta yang berasal dari anaknya.
 
Soal asal-usul harta, kata Sareh, sebagian besar berasal dari usaha keluarga. “Dan bukan dari perkara,” kata Sareh ketika itu.
 
Lebih lanjut Soekotjo mengatakan, KY bertekad untuk tetap melaksanakan tugasnya untuk mengawasi perilaku hakim sesuai dengan wewenang yang dimilikinya.
 
“Dalam konteks wewenang tersebut, KY dan KPK bisa bersinergi,” ujarnya.
(Iman Rosidi/Trijaya/lsi)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »