Saksi Kapolres Kompak Sebut Ada Pemotongan Dana

Susno Duadji (Koran SI)

 Saksi Kapolres Kompak Sebut Ada Pemotongan Dana
JAKARTA - Pada sidang kasus korupsi dana pengamanan Pilkada Jabar 2008 dengan terdakwa Susno Duadji, tiga mantan Kapolres yang menjadi saksi kompak mengaku pemotongan dana merupakan kebijakan Kepala Bidang Keuangan (Kabidkeu) Polda Jawa Barat yang dijabat Kombes Pol Abdulrahman Pasha.

Ketiga saksi yang mengaku tersebut masing-masing mantan Kapolres Cirebon Edi Mustofa, mantan Kapolres Garut Rusdi Hartono, dan mantan Kapolres Ciamis Aris Syarif Hidayat.

"Pernah. Berasal dari Bidkeu Polda Jabar. Sumber dana itu dari Pemda Jabar. Untuk pengamanan Pilkada. Untuk nominalnya kami lupa. Saya memang tanda tangani laporan pertanggung jawaban. Sekitar Rp600 juta sekian," ujar eks Kapolres Cirebon Edi Mustofa di PN Jaksel, Jalan Ampera, Kamis (14/12/2010).

Hal senada juga diungkapkan mantan Kapolres Ciamis Aris Syarif Hidayat. "Saya melaporkan ada selisih Rp400 juta. Dan dikatakan pihak Bidkeu menghendaki ada selisih ini. Asumsi kami dimungkinkan diterima sesudah kegiatan selesai," ujarnya.

Hakim Ketua lantas bertanya siapa yang mengeluarkan kebijakan tersebut? "Siapa Kabidkeu? Ini kebijakan Bidkeu apa Kabidkeu?" tanya Hakim Ketua Charis Mardianto. "Kombes Pol Abdulrahman Pasha. Saya rasa enggak mungkin (pemotongan) dari staf tapi dari Kabidkeu," tuntas Aris.

Sebagaimana diketahui, Susno tersangkut kasus korupsi dana pengamanan pemilihan Gubernur Jawa Barat pada 2008. Susno saat itu menjabat sebagai Kapolda Jabar dan diduga menerima duit haram sebesar Rp8 miliar dari dana tersebut. (ram)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Kuli Bangunan Simpan Ganja Seberat 8 Kg