DEPOK - Dinas Kesehatan Kota Depok menemukan tujuh kasus baru tambahan penderita penyakit kaki gajah (filariasis) kronis. Para penderita tersebut ditemukan dan terungkap dalam pengobatan massal kaki gajah.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Depok Ani Rubiani mengatakan, kebanyakan masyarakat penderita kaki gajah malu atau berdiam diri tidak melaporkan penyakitnya. Karena itu, jumlah penderita kini terus bertambah dari kasus sebelumnya yang hanya 35 penderita.
“Dengan banyaknya penderita filariasis di Depok, kita mengadakan pengobatan masal. Pengobatan itu sudah dilakukan pada 4 dan 11 Desember lalu. Saat ini, petugas kita masih melakukan sweeping bagi warga yang belum mendapatkan pengobatan, akhirnya muncul juga para penderita yang selama ini berdiam diri,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (19/12/10).
Ani menambahkan, cacing mikrofilaria yang tinggal dalam kelenjar limpa penderita kronis memang sudah mati. Hanya saja, lanjutnya, penyakit tersebut akan meninggalkan cacat yang permanen.
“Penderita kaki gajah kronis itu jangan dijauhi. Justru yang perlu diwaspadai, adalah orang yang kelihatan sehat bisa terjangkit penyakit,” paparnya.
Sebelumnya, dinkes pernah mengadakan survey untuk penyakit gajah pada 2004 terhadap sebanyak 600 orang di dua kelurahan, yaitu grogol dan krukut. Survei serupa juga dilakukan pada 2005 terhadap warga kelurahan Tapos dengan mengambil sampel sebanyak 500 warga. Hasilnya, sebanyak 2,1% warga terjangkit mikrofilaria dan Depok dikategorikan sebagai daerah endemis kaki gajah.
(Lamtiur Kristin Natalia Malau)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.